Nilai Ekonomi Peningkatan Populasi Ternak Sapi Melalui Usaha BUMDES Bidang Peternakan di Provinsi Riau

oleh
Heri Afrizon
Heri Afrizon. foto/ist

Saat ini, jumlah sapi di Provinsi Riau sesuai data Statistik Kementerian Pertanian RI 2020 sesuai angka tetap, berjumlah 202.647 ekor sapi. Jika 12 ekor sapi terdiri dari 7 ekor sapi dari Provinsi dan 5 ekor sapi dari Kabupaten, maka total sapi yang masuk ke Provinsi Riau bertambah sebanyak 19.092 ekor sapi. Sehingga jumlah sapi yang tercatat di Riau dari sebanyak 202.647 ekor bertambah menjadi 221.739 ekor.

Jika diasumsikan dari 12 ekor sapi tersebut, 4 jantan dan 8 betina, artinya 8 betina akan melahirkan lebih kurang 80 persen saja, berarti tahun kedua sudah bertambah 10.182 sapi baru. Angka ini merujuk rata-rata per tahun pertambahan sapi dari pengadaan sapi di BUMDES se Provinsi Riau. Ini belum termasuk sapi dari masyarakat yang tercatat 202.647 ekor sapi melalui Inseminasi Buatan ataupun melalui Kawin Alam.

Dari hasil kotoran sapi dan urine, satu ekor sapi menghasilkan kotoran untuk pupuk organik sebanyak 2,6 hingga 3,6 Ton per Tahun per Ekor atau rata-rata menghasilkan 3 ton setahun per ekor. Jika harga kotoran sapi dijual 1 Kg dengan harga Rp. 6.000, maka per ekor sapi menghasilkan uang 3.000 kg X Rp.6000 sama dengan Rp. 18.000.000 per Tahun per Ekor. Jika dikali 12 ekor sapi per BUMDES, maka didapat nilai Rp 216.000.000. Dan jika dikalikan dengan 19.092 ekor sapi, maka total bernilai Rp. 4.123.872.000.000 (Empat Triliun Seratus Dua Puluh Tiga Milyar Delapan Ratus Tujuh Puluh Dua Juta Rupiah) per tahun.

Sedangkan untuk urinenya, menghasilkan 5 Liter per hari per ekor. Jika harga urin 1 liter dijual Rp 10.000, maka per ekor sapi menghasilkan uang dari urine sapi 1.825 Liter per Tahun per ekor dikali Rp. 10.000 sama dengan Rp.18.250.000, dikali 12 ekor sama dengan Rp.219.000.000, dan jika dikali 19.092 sama dengan Rp. 4.181.148.000.000 (Empat Triliun Seratus Delapan Satu Milyar Seratus Empat Puluh Delapan Juta Rupiah per tahun.

Sedangkan dari manfaat asuransi ternak sapi sebanyak pengadaan sapi 19.092 ekor sapi, terdapat nilai sebesar 19.092 dikali Rp. 10.000.000 sama dengan Rp.190.920.000.000 Seratus Sembilan Puluh Milyar Sembilan Ratus Dua Puluh Juta Rupiah.

Dan jika harga jualnya rata-rata sapi dari jumlah 19.092 sebesar Rp.16.000.000 per ekor, maka harga sapi bernilai sebesar Rp.305.472.000.000,- (Tiga Ratus Lima Milyar Empat Ratus Tujuh Puluh Dua Juta Rupiah).

Dari ilustrasi di atas, dapat disimpulkan bahwa pengadaan sapi 12 ekor per BUMDES dengan jumlah total pengadaannya sebesar 19.092 ekor untuk 1.591 BUMDES, ternyata mempunyai nilai tambah yang luar biasa dari pemanfaatan pupuk organik melalui kotoran dan urine, dari asuransi ternak, dari penjualan sapi itu sendiri dapat memberikan tambahan penghasilan BUMDES.

Secara ekonomi, jika program ini dijalankan maka mempunyai dampak ekonomi yang luar biasa bagi Provinsi Riau, dimana masyarakat akan langsung merasakan manfaatnya dari sisi ekonomis sehingga dapat meningkatkan NIlai Tukar Petani (NTP) sektor peternakan.

Tak hanya itu, kemudian bargaining Kepala Daerah semakin kuat di mata masyarakatnya. Akhirnya penulis hanya bisa berharap program ini dapat direalisasikan.***

Pekanbaru, 21 September 2021
Heri Afrizon