Hebat bukan? Ide siapa TOP itu? Ya ide mereka para Peng Peng itu! Di sini lah kelebihan bisnis dengan mengkombinasikan antara uang dan kekuasaan!
Dirut PLN sebagai Pihak Kesatu penanda tangan Kontrak PPA IPP Pembangkit Swasta itu pasti tidak berani menolak dicantumkannya pasal TOP tersebut. Karena di belakang Pihak Kedua (Dirut IPP) adalah Peng – Peng itu yang setiap saat bisa mencopot jabatan Dirut PLN.
Di sinilah kehebatan bisnis pembangkit swasta dengan strategi Peng-Peng itu! Bisa memperkaya diri dan kelompoknya dengan menggunakan jabatannya. Makanya, Peng-Peng tidak perlu Ideologi! Dia tidak peduli dengan istilah-istilah KGB Lokal, KGB Internasional yang bisa jadi adalah akibat perbuatan mereka juga!
Dia bisa biayai Partai Nasionalis, Partai Islam, Partai Sosialis, dan Partai dengan aroma Komunis sekali pun! Yang penting mana yang menguntungkan bisnisnya baik sekarang maupun masa yang akan datang. Dan jangan heran bila suatu saat dia bisa mensupport kekuatan ‘kiri’ sekaligus pura-pura membela Taliban untuk mencari dukungan kekuatan ‘kanan’!
Kesimpulannya, inilah kelakuan “Peng-Peng”, oknum pejabat yang tidak memiliki Visi atau Ideologi untuk membangun bangsanya, kecuali berpikir sejengkal ke depan guna kepentingan diri dan yang dianggap menguntungkan kelompoknya! Innalillahi wa Inna ilaihi roojiuunn!! Ganyang Komunis! Ganyang Komunis! Hidup Panca Sila. Allohuakbar! Merdeka!***
JAKARTA, 15 OKTOBER 2021
Ahmad Daryoko
Koordinator INVEST
