Anak Kandung Suparman Diangkat Jadi Komisaris SPR Langgak

oleh
IMG 5295
Muhamad Sambu Harman

PEKANBARU – Sosok Muhamad Sambu Harman, Komisaris PT SPR Langgak yang baru saja diangkat pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada Jumat (19/6/2026), sebagaimana santer diberitakan berbagai media mulai Jumat 19/6/2026), mulai menjadi sorotan publik.

Keterangan yang diterima redaksi Urbannews.id, Sabtu (20/6/2026) siang, Muhamad Sambu Harman ternyata merupakan anak kandung dari Suparman.

Nama Suparman, belakangan memang santer dikaitkan punya kedekatan khusus dengan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto.

Suparman tak lain juga merupakan mantan Bupati Rokan Hulu yang divonis Mahmakah Agung dengan hukuman 4,5 tahun penjara akibat terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Tak hanya itu, Urbannews.id juga memperoleh informasi bahwa Muhamad Sambu Harman masih berusia 20 tahun dan masih berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru, Riau.

Tak pelak umurnya yang masih sangat muda itu, memantik pertanyaan tentang kapasitas Muhamad Sambu Harman di bidang industri migas dan energi pada umumnya yang memang penuh dengan resiko tinggi.

Posisi yang ia dapat itu juga disebut-sebut hanya lantaran ia adalah anak dari Suparman, yang dikenal sebagai loyalis utama SF Hariyanto.

Tak hanya itu, santer terdengar dari obrolan di kedai kopi, Suparman juga menitipkan Haris Kampay sebagai Direktur PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) Perseroda. Tak pelak, keberadaan Haris Kampay dan Muhamad Sambu Harman disebut murni sebagai lingkaran balas budi dan bagi-bagi jatah jabatan.

Belum lama ini, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto memang pernah membuat pernyataan menohok, bahwa seleksi BUMD akan bersih, profesional dan bebas dari titipan politik sebab BUMD adalah milik rakyat, bukan kelompok tertentu.

Sementara itu terpisah, menjawab konfirmasi Urbannews.id, Sabtu (20/6/2026) siang, Muhamad Sambu Harman membenarkan ia telah diangkat menjadi Komisaris PT SPR Langgak.

“Benar umur sekarang 22 tahun, dan benar saya juga sedang berkuliah di fakultas hukum di Universitas Lancang Kuning Reguler B. Tapi ada sedikit informasi tambahan mengenai perkuliahan saya, kebetulan saya mengambil double degree. Yang pertama alhamdulillah sudah selesai di Universitas Riau dengan prodi Administrasi Publik dan saya ambil S1 lagi untuk menambah ilmu hukum dan yang saat ini masih berlangsung di Unilak, semester akhir,” jawabnya kepada Urbannews.id.

Ia juga tidak membantah merupakan anak kandung dari Suparman. “benar saya anak dari bapak H. Suparman, S.Sos., M.Si,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan pernah menjadi advisor dan Direktur Utama PT Pagar Negeri yang bergerak di bidang outsourcing jasa keamanan.

Sementara itu, Direktur PT Sarana Pembangunan Riau (SPR), Muhammad Haris Kampai, menjawab Urbannews.id Sabtu (20/6/2026) siang, tak menampik identitas Muhamad Sambu Harman itu.

Namun, ia tak memberikan keterangan apa pun mengenai tudingan penunjukan dirinya sebagai Direktur PT SPR sebagai titipan Suparman kepada Plt Gubri SF Hariyanto dan begitu juga dengan tudingan titipan Muhamad Sambu Harman sebagai Komisaris PT SPR Langgak dari Suparman kepada SF Hariyanto sebagai balas budi politik.

Sementara itu, sebagaimana diketahui, PT SPR Langgak merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang 99 persen sahamnya dimiliki oleh PT Sarana Pembangunan Riau (SPR). Sedangkan PT Sarana Pembangunan Riau merupakan BUMD yang 99 persen lebih sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Riau.

PT SPR Langgak sebelumnya merupakan operator Wilayah Kerja Migas Langgak yang berada di Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Kampar. PSC Blok Langgak saat itu dipegang oleh KSO PT SPR dan Kingswood Capital Limited (KCL). Saat ini, Blok Langgak diketahui resmi dikelola oleh KCL sebagai operator. (*)