Analisa Kritis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal Kedua Tahun 2021

oleh
Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi akseleran co id
Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi. foto/akseleran.co.id

Betul pertumbuhan dengan metode Q to Q untuk Q2/2021 Indonesia adalah 3,31. Tetapi bila kita melihat ke belakang, masih dengan metode Q to Q, kebanyakan pertumbuhan ekononomi Indonesia minus atau negatif. Dan sesuai dengan kesepakatan internasional, apabila dua kuartal berturut minus, berarti ekonomi sedang resesi.

Inilah datanya sejak ada Covid:
Q4/2019……………. -1,74
Q1/2020……………. -2,41
Q2/2020……………. -4,19
Q3/2020……………. 5,05
Q4/2020……………. -0,42
Q1/2021………………-0,92
Q2/2021……………… 3,31

Jadi lebih sering resesinya dan baru lepas Kuartal 2 ini yang positif. Tapi sudah dapat diduga bahwa Q3 tahun ini akan kembali minus lagi karena Pandemi kembali menerpa dengan PPKM-nya. Jadi nampaknya akan kembali ke resesi lagi bila Q4-nya kembali minus.

Jadi intinya pertumbuhan Q2/2021 yang tinggi itu (7,07%) adalah karena tahun pembandingnya (Q2/2020) memang rendah sekali.

Kedua, alhamdulillah ada kenaikan harga komoditas ekspor yang signifikan seperti batubara dan minyak sawit, jadi faktor eksternal, di luar kendali kita.

Jadi kesimpulannya, seperti dilaporkan BPS bahwa tingginya pertumbuhan ekonomi Q2/2021 itu karena Low Base Effect, yaitu rendahnya Q2/2020 sebagai angka pembandingnya. Ingat kuartal 2/2020 kita sedang diterpa berat Pandemi.