Sarifuddin Sudding: Empat Pilar Harus Terlihat dalam Perilaku Sehari-hari

oleh
Sarifuddin Sudding: Empat Pilar Harus Terlihat dalam Perilaku Sehari-hari
Sarifuddin Sudding: Empat Pilar Harus Terlihat dalam Perilaku Sehari-hari

PALU – Anggota Komisi III DPR RI Sarifuddin Sudding mengingatkan masyarakat agar tidak berhenti memahami Empat Pilar MPR RI sebatas hafalan. Menurut dia, nilai-nilai kebangsaan harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, mulai dari kejujuran, kepatuhan terhadap hukum, hingga sikap menghargai perbedaan.

Pesan tersebut disampaikan Sudding saat menjadi pemateri dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertema “Implementasi Nilai-nilai Empat Pilar MPR RI untuk Memperkuat Karakter Kebangsaan” di Kafe Madalle, Jalan Nokilalaki, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (30/10/2026).

Dalam kegiatan yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai latar belakang profesi itu, Sudding menyoroti jarak antara pemahaman masyarakat terhadap nilai kebangsaan dan penerapannya dalam kehidupan nyata.

“Kita hafal sila-silanya, tetapi mudah menyebarkan berita bohong. Kita fasih berbicara bahasa persatuan, tetapi cepat curiga kepada yang berbeda,” kata Sudding, sebagaimana diberitakan SultengTerkini, Sabtu (31/10/2026).

Menurut dia, tantangan kebangsaan bukan hanya mempertahankan persatuan secara formal, tetapi juga membangun kebiasaan masyarakat yang sejalan dengan nilai-nilai dasar negara.

Sudding menjelaskan, Empat Pilar MPR RI tidak seharusnya dipahami sebagai empat konsep yang berdiri sendiri. Ia mengibaratkannya sebagai sebuah kapal besar yang menjadi tempat seluruh masyarakat Indonesia hidup bersama.

Dalam analogi tersebut, Pancasila menjadi arah dan panduan, UUD 1945 menjadi aturan yang mengatur hak dan kewajiban, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan wadah yang harus dijaga keutuhannya, sedangkan Bhinneka Tunggal Ika menjadi pedoman hidup bersama dalam keberagaman.

Ia menilai, nilai kebangsaan akan kehilangan makna apabila tidak dijalankan secara bersamaan. Pancasila tanpa penerapan, aturan tanpa nilai, serta persatuan tanpa semangat menghargai perbedaan dapat melemahkan kehidupan berbangsa.

Karena itu, Sudding mengajak masyarakat menerapkan Empat Pilar melalui tindakan konkret, seperti bersikap jujur, menaati hukum, peduli terhadap sesama, dan dewasa dalam menyikapi perbedaan.

Keberagaman membutuhkan sikap saling menghargai

Dalam paparannya, Sudding juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki modal keberagaman yang besar. Ia menyebut Indonesia memiliki sekitar 17.380 pulau, lebih dari 1.200 suku termasuk sub-suku, serta 694 bahasa daerah.

Data mengenai keberagaman bahasa tersebut perlu dibaca dengan memperhatikan metode pendataan. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen mencatat 718 bahasa daerah yang telah diidentifikasi dan divalidasi dalam pemetaan nasional. Data itu juga disampaikan Sekretaris Badan Bahasa Hafidz Muksin dalam pemberitaan ANTARA pada Maret 2024.

Kekayaan tersebut, menurut Sudding, hanya dapat menjadi kekuatan apabila masyarakat memiliki nilai bersama yang dipahami dan dijalankan.

Kegiatan sosialisasi itu turut menghadirkan akademisi sekaligus Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako, Slamet Riadi Cante. Anggota DPRD Kota Palu yang juga Ketua DPD PAN Kota Palu, Ratna Mayasari Agan, turut hadir bersama jajaran dan ratusan peserta.

Melalui kegiatan tersebut, Sudding berharap nilai-nilai Empat Pilar tidak hanya dipahami dalam forum sosialisasi, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.(*)