SURABAYA – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya Laila Mufidah meminta prioritas kenyamanan warga yang berada di sekitar tempat pembuangan sementara (TPS) Rungkut Menanggal supaya tidak terlihat kumuh.
“Kami meminta kepada pihak terkait untuk memprioritaskan kenyamanan warga dan para penghuni di permukiman sekitar TPS,” kata Laila di Surabaya, Senin.
Dia menjelaskan mulai dari jalan utama yang banyak sampah dan barang rongsokan hingga puluhan gerobak yang diletakkan begitu saja.
“Kami meminta ada lahan khusus untuk gerobak sampah sehingga tidak diparkir di tepi jalan,” katanya.
Laila yakin bahwa Pemkot Surabaya bisa melakukan yang terbaik untuk kenyamanan warganya. Pemkot akan melakukan intervensi seusai tupoksinya sesuai dengan aturan main dan tata laksana yang sesuai aturan.
Laila menduga pengelolaan sampah tersebut di bawah pihak ketiga bukan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) atau Dinas Kebersihan dan Pertamanan.
Menurut dia, keberadaan TPS tersebut juga mengundang keanehan karena TPS itu hanya diperuntukkan wilayah sekitar. Namun, ternyata sampah dari mana pun bisa dibuang di situ.
“Termasuk sampah-sampah dari restoran juga banyak dibuang di lokasi TPS itu. Bahkan ada kendaraan khusus dari luar wilayah yang membuang sampah ke TPS ini. Kalau hanya naik motor wajar,” katanya.
Ia menjelaskan warga di Gunung Anyar Harapan, Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya, mengeluhkan kondisi akses utama permukiman mereka menjadi kumuh. Bahkan, ada gubuk lengkap dengan kasur dan bantal.
“Semacam gubuk dengan peneduh seadanya. Warga menyebut bahwa gubuk itu kadang juga dihuni. Sejumlah barang-barang bekas dan rongsokan ada di gubuk ini,” ujarnya.
Selain terdapat gubuk sampah, jalan akses utama menuju Perumahan Gunung Anyar Harapan RW 5 itu makin kumuh karena tepi jalan dijadikan menaruh rongsok.
“Sampah-sampah jenis plastik itu juga dijemur begitu saja di tepi jalan,” katanya.
Laila meminta agar dicarikan solusi bersama atas kondisi tersebut. Baik pengembang ataupun Pemkot Surabaya harus menuntaskan problematika di hunian itu.(antaranews.com)

