PEKANBARU – Munculnya mata anggaran Pemeliharaan Berkala Jembatan Padamaran II di Dinas PUPRPKPP Riau sebesar Rp 33 miliar tahun anggaran 2022 ini, diwanti-wanti tidak mengakibatkan double budget atau anggaran ganda.
Pasalnya, jembatan tersebut diketahui ditabrak ponton pembawa material untuk pekerjaan pembangunan jalan Bagan Siapi Api – Teluk Piyai tahun 2021 lalu oleh PT Dian Restu Anugrah.

Demikian diungkapkan Koordinator Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Triono Hadi menjawab urbannews.id, Senin (26/9/2022).
“Jangan sampai terjadi double anggaran. Ini yang perlu diantisipasi sekali,” ungkap Triono Hadi.
Triono menjelaskan, mengenai munculnya anggaran tersebut di APBD Riau sepanjang sudah melalui proses dan sudah mengikuti peraturan perundang undangan, maka tidak ada masalah.
Terkait insiden ponton menabrak Jembatan Padamaran II, Triono Hadi menegaskan, tindakan pemerintah daerah sangat penting dan harus dibuka ke publik.
“Apa tindakan pemerintah atas peristiwa itu menjadi sangat penting. Karena ini menyangkut aset negara,” kata Triono Hadi.
Dibayar Asuransi
Dilansir mediacenter.riau.go.id 21 September 2021 lalu, Pemerintah provinsi (Pemprov) Riau telah melakukan rapat lanjutan penyelesaian persoalan Jembatan Pedamaran II, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), yang rusak tiang penyengganya akibat tertabrak kapal ponton beberapa waktu lalu.
Saat insiden kapal ponton tersebut tengah mengangkut material proyek jalan Dinas Pekerjaan Umun Penataan Ruang dan Perumahan Kawasan Pemukiman Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau.
Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, M Taufiq OH mengatakan, untuk penyelesaian Jembatan Pedamaran II pihaknya sudah melakukan rapat dengan Direktur Jembatan, Dirjen Jalan dan Jembatan, Kementerian PUPR.
Selain rapat yang digelar secara virtual itu juga dihariri Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), Bupati Rohil Afrizal Sintong, Kepala Dinas Perhubungan Riau dan Rohil.
“Jadi hasil rapat, kesimpulan yang terpenting Jembatan Pedamaran II harus dilakukan penanganan langsung, artinya harus dilakukan perbaikan langsung,” kata Taufiq, Selasa (21/9/2021).
Namun, lanjut Taufiq, sebelum dilakukan perbaikan langsung terlebih akan dibuat desainnya dalam waktu cepat, dan teknisnya sudah dibahas oleh tim ahli jembatan dari KKJTJ.
Sedangkan untuk biaya perbaikan Jembatan Pedamaran sendiri, sebut Taufiq, yakni kontraktor yang memiliki kapal ponton yang menabrak jembatan itu.
“Namun karena ponton itu ada asuransi, maka asuransi yang bayar perbaikan Jembatan Pedamaran II tersebut. Seperti itu keputusannya,” bebernya.
Kemudian pihaknya ditugaskan oleh Kementerian PUPR untuk melakukan langkah percepatan dalam rangka persiapan perbaikan jembatan.
“Jadi untuk sementara jembatan ditutup total, tidak ada aktivitas lalulintas apapun sampai perbaikan langsung selesai dilakukan,” tutupnya.(hen)





