Janji Program Sampah Walikota Christian Widodo Belum Sentuh Akar Persoalan, Sampah Masih Berserakan

oleh
IMG 4375
Janji Program Sampah Walikota Christian Widodo Belum Sentuh Akar Persoalan, Sampah Masih Berserakan. foto/victorynews.id

KUPANG – Kalangan DPRD Kota Kupang menyambut baik rencana Wali Kota Kupang dr Christian Widodo menggelar lomba kebersihan di tingkat kelurahan di wilayah Kota Kupang.

Meski demikian, mereka menilai Program Sampah Pemkot Kupang yang sudah didengungkan sejak masa kampanye Pilwalkot 2024 silam, belum menyentuh akar persoalan dan janji-janji. Padahal, sudah banyak anggaran yang digelontorkan untuk itu.

   

Penegasan itu dikemukakan anggota Fraksi Partai Golkar Jemari Yoseph Dogon dan anggota Fraksi Partai NasDem Meirlon Fanggidae secara terpisah kepada victorynews.id, Minggu (1/3/2026).

Jemari Yoseph Dogon menyebutkan, rencana membangun TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) dan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah – Reduce, Reuse, Recycle) di setiap kelurahan/kecamatan belum ada laporan.

Ia menilai, pola penanganan sampah di seluruh wilayah Kota Kupang masih dengan pola lama. Yaitu angkut dan buang, tidak dengan pola pengelolaan sampah yang terpadu seperti program pemkot.

Sementara rencana metode Santitary Landfill menggantikan motode open dumping di TPA Alak sulit terwujud, di tengah efisiensi anggaran.

“Jangankan itu (Santitary Landfill) bank-bank sampah yang bilang tiap kelurahan itu di mana?,” ujarnya.

Dogon mengaku, belum ada pembahasan rencana dan anggaran bersama DPRD mengenai metode Santitary Landfill.

Hal itu berarti pemerintah belum menggangap motode penanangan sampah itu bukan prioritas.

Meirlon Fanggidae juga menilai penangan sampah belum maksimal. Dalam reses kata dia, mayoritas warga mengeluh soal penanangan sampah ini.

Baginya, persoalan sampah tidak akan teratasi kalau hanya mengandalkan kerja DLHK saja, yang hanya angkut dan buang Pemkot perlu menerapkan motode lain, seperti pengeloaan sampah untuk menghasilkan produk-produk bernilai ekonomis.

Meirlon menyatakan, kebutuhan tempat sampah yang dijanjikan wali kota di setiap kelurahan juga belum berjalan dengan baik.

“Kita apresiasi kerja DLHK. Tapi penanganan sampah jangan hanya sebatas angkut dan buang saja,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Kupang Maksi Dethan, saat dikonfirmasi victorynews.id, Minggu (1/3/2026) malam, menegaskan bahwa pembangunan TPS3R di beberapa Kelurahan di Kota Kupang tahun 2025, sudah tuntas 100 persen.

“Itu sudah selesai 100 persen,” jawab Maksi Dethan tanpa menyebut jumlah, di titik-titik mana dan berapa anggaran yang digunakan untuk membangun TPS3R.

Informasi yang diperoleh victorynews.id, dari Gedung Dewan menyebutkan pembangunan Gedung TPST/TPS3R dibangun di Kecamatan Kota Lama dengan anggaran sebesar Rp465.000.000.

Sedangkan di Kecamatan Oebobo dengan dana yang sana, dibangun secara bertahap karena keterbatasan anggaran. Dana yang digelontorkan sebesar Rp100.000.000 saja.

informasi lain terkait dengan program pemasangan GPS di armada sampah, hingga saat ini sudah terpasang 50 unit. Tidak diketahui pasti, berapa nilai anggarannya dan sejak kapan dioperasikan.(victorynews.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *