BRIN dan PT PAL Jalin Kerja Sama Pengembangan Teknologi Hidrodinamika Kapal

oleh
IMG 5556

SURABAYA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) menandatangani kerja sama dengan PT PAL Indonesia dalam pengembangan teknologi hidrodinamika dan sistem bawah air kapal. Penandatanganan berlangsung di kantor PT PAL Indonesia, Surabaya, pada Senin (13/7/2026).

Kerja sama tersebut difokuskan pada pengembangan riset, desain, pengujian, dan pemanfaatan teknologi yang berkaitan dengan sistem propulsi serta hidrodinamika kapal.

Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko PT PAL Indonesia, Briljan Gazalba, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya menghubungkan hasil riset dengan kebutuhan industri. Pernyataan itu disampaikan saat penandatanganan kerja sama di PT PAL Indonesia, Surabaya, Senin (13/7/2026).

Baca Juga  APBD Riau Defisit Rp 1,3 Triliun, Koalisi Masyarakat Sipil Desak Kejagung Segera Periksa Mantan Pj Gubernur Riau SF Hariyanto

Menurut Briljan, teknologi sistem hidrodinamika bawah air yang dikembangkan BRIN akan menjadi salah satu referensi dalam pengembangan kapal nasional. Ia juga menyatakan PT PAL membuka peluang kerja sama pada bidang teknologi bawah air lainnya.

   

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN, Dadan Moh. Nurjaman, menjelaskan kerja sama tersebut melanjutkan sinergi yang telah berlangsung sejak era Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Baca Juga  Puan Kenang Sosok Tjahjo Kumolo Sebagai Sosok Tenang dan Sederhana

Dadan mengatakan BRIN mendorong pelaksanaan riset yang disesuaikan dengan kebutuhan industri agar hasil penelitian memiliki peluang lebih besar untuk diterapkan. Ia menambahkan BRIN juga mendukung proses lisensi hasil riset agar dapat dimanfaatkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Perekayasa Ahli Madya PRTH BRIN, Mahendra Indiaryanto, menjelaskan kerja sama mencakup pengembangan kemampuan dalam bidang desain, manufaktur, dan sistem propulsi kapal.

Baca Juga  Beda Keterangan Kejagung dan Kuasa Hukum RBS, CERI: Jika Benar Hanya Teken BAP, Ngapain 13 Jam di Ruang Penyidik?

Menurut Mahendra, pengembangan teknologi dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas riset yang dimiliki BRIN, termasuk simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk mendukung proses perancangan.

Ke depan, BRIN dan PT PAL berencana melanjutkan kolaborasi pada kegiatan riset, desain, pengujian, hingga penerapan teknologi. Kedua institusi menyatakan kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan teknologi maritim nasional melalui pemanfaatan hasil riset yang relevan dengan kebutuhan industri.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *