Pertamina dan Swedia Buka Peluang Kolaborasi Energi Hijau hingga Digitalisasi

oleh
c12d7755 398b 4f0f 89ec 923396f942a2

JAKARTA — Pertamina membuka peluang kerja sama dengan Swedia dalam pengembangan energi hijau, teknologi rendah karbon, hingga transformasi digital. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia sekaligus mendukung agenda transisi menuju ekonomi rendah emisi.

Peluang kerja sama itu mengemuka saat Pertamina menerima kunjungan delegasi Swedia di Pertamina Digital Hub, Grha Pertamina, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Indonesia-Swedia, khususnya dalam bidang keberlanjutan, transisi energi, inovasi teknologi, dan digitalisasi.

Senior Vice President Business Sustainability Pertamina, Wenny Ipmawan, mengatakan tantangan Indonesia adalah menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi, pertumbuhan ekonomi, keterjangkauan energi, dan keberlanjutan.

   

Menurut Wenny, kondisi tersebut menjadi dasar penerapan Dual Growth Strategy Pertamina yang menjalankan penguatan bisnis energi eksisting secara bersamaan dengan pengembangan bisnis rendah karbon.

“Bagi Indonesia, keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi tidak seharusnya dipandang sebagai dua tujuan yang bertentangan. Keduanya harus dapat berjalan secara beriringan,” kata Wenny.

Baca Juga  Jejak 1 Tahun Pemerintahan Prabowo – Gibran, Pertamina Perkokoh Ketahanan Energi

Pertamina Perkuat Bisnis Eksisting

Melalui pilar pertama Dual Growth Strategy, Pertamina tetap mengoptimalkan bisnis energi yang sudah berjalan.

Di sektor hulu, strategi tersebut dilakukan melalui peningkatan produksi, eksplorasi, pengeboran, perawatan, dan intervensi sumur. Sementara di sektor hilir, perusahaan memperkuat bisnis pengolahan dan kegiatan strategis lainnya untuk menjaga pasokan serta keterjangkauan energi nasional.

Di sisi lain, pilar kedua diarahkan pada pengembangan bisnis rendah karbon. Salah satunya melalui penguatan ekosistem biofuel dan pengembangan energi panas bumi.

Pertamina saat ini memiliki kapasitas panas bumi sekitar 727 megawatt. Kapasitas tersebut ditargetkan meningkat menjadi 1 gigawatt pada 2028 dan 1,9 gigawatt pada 2038.

Perusahaan juga mengembangkan teknologi rendah karbon dan berbagai program dekarbonisasi untuk mendukung target net zero emissions 2060 atau lebih cepat.

Baca Juga  Dirut Pertamina: Pak Erick Selalu Hands-on

Swedia Tawarkan Pengalaman Energi Hijau

Kepala Delegasi Swedia sekaligus Head of Strategy PMO Business Sweden, Anna Liberg, mengatakan terdapat peluang kerja sama yang cukup luas antara kedua negara.

Menurut Anna, kompetensi Swedia dalam keberlanjutan, energi hijau, transportasi, pertambangan, digitalisasi, kehutanan, dan kesehatan memiliki keterkaitan dengan portofolio bisnis Pertamina.

“Kami meyakini terdapat kesesuaian yang sangat baik antara berbagai bidang kerja sama Swedia dan Indonesia dengan portofolio Pertamina,” ujar Anna.

Swedia juga terbuka untuk berbagi pengalaman dalam pengembangan energi hijau, kebijakan karbon, serta strategi untuk memisahkan pertumbuhan ekonomi dari peningkatan emisi.

Salah satu peluang yang dibahas adalah pengembangan bahan bakar hijau dengan memanfaatkan used cooking oil atau minyak jelantah sebagai bahan baku.

Kerja sama yang dijajaki tidak hanya terbatas pada sektor energi. Digitalisasi, transportasi, pertambangan, kehutanan, dan kesehatan juga dinilai memiliki ruang kolaborasi.

Baca Juga  Wujud Komitmen Utamakan Keselamatan Penerbangan, Pelita Air Lakukan Ramp Check pada Periode Angkutan Lebaran 2024

Digitalisasi Jadi Penopang Transformasi

Pertamina juga menempatkan transformasi digital sebagai salah satu kemampuan penting untuk menjalankan strategi bisnis dan transisi energi.

Melalui Pertamina Digital Hub, perusahaan mengintegrasikan data, teknologi, dan inovasi digital untuk mendukung pengambilan keputusan serta meningkatkan visibilitas operasional.

Pertamina Digital Hub juga berfungsi sebagai pusat pengembangan dan orkestrasi solusi digital, termasuk pemantauan operasional, pengembangan produk melalui digital factory, serta kolaborasi teknologi di berbagai lini bisnis.

VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan kolaborasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk menjalankan Dual Growth Strategy.

“Kolaborasi ini bertujuan untuk mendukung ketahanan energi nasional,” kata Baron.

Kerja sama Indonesia dan Swedia diharapkan dapat berkembang dari pertukaran pengalaman menjadi kolaborasi konkret yang mendukung pengembangan energi rendah karbon sekaligus menjaga kebutuhan energi nasional.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *