PEMALANG – Ekspor perdana 2.778 pasang sepatu merek Nike ke Meksiko menandai langkah PT Golden Victory Manufaktur (PT GVM) memasuki pasar internasional. Di balik pengiriman tersebut, perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, tercatat mempekerjakan ribuan tenaga kerja Indonesia.
Kepala Kantor Bea Cukai Tegal Moch. Arif Setijo Noegroho menyebut PT GVM memiliki 2.539 pekerja warga negara Indonesia (WNI) dan 125 pekerja warga negara asing (WNA). Tenaga kerja tersebut terlibat dalam kegiatan manufaktur perusahaan.
“Pengoperasian kawasan berikat ini terbukti memberikan dorongan positif tidak hanya bagi kapasitas produksi perusahaan, tetapi juga bagi penyerapan tenaga kerja lokal dan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Arif dalam keterangan yang dikutip Lintas Perkoro, Minggu (1/11/2026).
Ekspor perdana tersebut dilaksanakan pada Rabu (7/10/2026) melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Produk dikirim kepada Nike De Mexico sebagai penerima barang berdasarkan pesanan pembeli Ceres Footwear Trading (Macau) Ltd.
Arif yang menghadiri pelepasan ekspor mengatakan, pengiriman tersebut menjadi salah satu tonggak pengembangan usaha PT GVM setelah perusahaan memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) pada 26 November 2021 dan penetapan fasilitas kawasan berikat pada 20 Juli 2026.
Fasilitas kawasan berikat dukung kegiatan ekspor
Fasilitas kawasan berikat merupakan salah satu instrumen kepabeanan pemerintah untuk mendukung industri yang berorientasi ekspor. Melalui fasilitas ini, perusahaan memperoleh kemudahan kepabeanan dan perpajakan atas pemasukan barang atau bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk tujuan ekspor sesuai ketentuan.
Dalam pemberitaan sebelumnya pada Juli 2026, Lintas Perkoro menyebut PT GVM memiliki lahan sekitar 25 hektare. Perusahaan diperkirakan menyerap 3.035 tenaga kerja Indonesia pada 2026, dengan proyeksi meningkat menjadi 9.038 pekerja pada 2030 seiring peningkatan kapasitas produksi.
Data tersebut merupakan proyeksi yang disampaikan saat pemberian fasilitas kawasan berikat, sedangkan angka 2.539 pekerja WNI dan 125 pekerja WNA merupakan jumlah tenaga kerja yang disebut Kepala Bea Cukai Tegal dalam laporan ekspor perdana.
Kepala Bidang Fasilitas Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Danang Kuswidodo, menyatakan pihaknya akan terus memberikan asistensi dan pelayanan kepada industri dalam negeri.
Sementara itu, Direktur PT GVM Ray Fu menyampaikan apresiasi atas pendampingan Bea Cukai yang membantu perusahaan menjalankan kegiatan ekspor. Ia berharap pengiriman perdana tersebut menjadi awal dari keberlanjutan ekspor produk manufaktur Indonesia ke pasar internasional.
Keberhasilan ekspor ini menambah aktivitas industri alas kaki di Jawa Tengah. Bagi pekerja lokal, perkembangan kapasitas produksi perusahaan berpotensi membuka kesempatan kerja lebih luas, seiring dengan kebutuhan tenaga kerja untuk memenuhi pesanan pasar ekspor.(*)





