JAKARTA – Transparansi pengelolaan aset minyak dan gas bumi (migas) di luar negeri menjadi salah satu aspek yang mendapat pengakuan internasional bagi PT Pertamina International EP (PIEP). Perusahaan tersebut meraih Bronze Stevie Award kategori Sustainability Report dalam ajang 2026 International Business Awards (IBA).
Penghargaan itu diberikan atas laporan keberlanjutan PIEP tahun 2025 yang mengusung tema Sustainable Synergy: Global Growth, Optimized Operations, Empowered People, Profitable Future. Penghargaan diserahkan dalam malam penganugerahan di Pullman Paris Montparnasse, Paris, Prancis, pada 28 Oktober 2026.
Bagi perusahaan yang mengelola aset migas di berbagai negara, laporan keberlanjutan tidak hanya menjadi sarana menyampaikan kinerja bisnis. Dokumen tersebut juga menjadi media untuk mengungkapkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan atau Environmental, Social, and Governance (ESG) kepada para pemangku kepentingan.
Manager Relations PIEP Dhaneswari Retnowardhani mengatakan penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas upaya perusahaan menyampaikan kinerja ESG secara transparan dan akuntabel.
Menurut dia, keikutsertaan PIEP dalam IBA juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi kualitas pengungkapan informasi keberlanjutan dan membandingkan praktik pelaporan perusahaan dengan organisasi internasional lainnya.
Tema Sustainable Synergy, kata Dhaneswari, menggambarkan upaya perusahaan menyelaraskan pertumbuhan global, optimalisasi operasi, dan pemberdayaan sumber daya manusia untuk menciptakan nilai bagi pemangku kepentingan.
IBA merupakan ajang penghargaan bisnis internasional yang pada 2026 menerima lebih dari 3.400 nominasi dari organisasi di 82 negara dan wilayah. Menurut keterangan perusahaan, proses penilaian melibatkan lebih dari 200 profesional bisnis yang tergabung dalam sembilan komite juri spesialis.
PIEP didirikan pada 18 November 2013 untuk mengelola aset internasional milik PT Pertamina (Persero), sekaligus mencari sumber minyak dan gas di berbagai negara guna mendukung pemenuhan kebutuhan energi domestik.
Dalam keterangan perusahaan, aset lapangan migas Pertamina tersebar di 10 negara, yakni Aljazair, Malaysia, Irak, Prancis, Italia, Tanzania, Gabon, Kolombia, Angola, dan Venezuela.
Pengelolaan aset lintas negara tersebut membuat transparansi dan akuntabilitas menjadi bagian penting dalam penyampaian informasi kepada pemangku kepentingan. Karena itu, penghargaan atas laporan keberlanjutan dapat menjadi momentum bagi PIEP untuk terus meningkatkan kualitas pengungkapan kinerja ESG, termasuk aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola.
PIEP menyatakan akan melanjutkan upaya peningkatan transparansi dan kualitas pelaporan keberlanjutan sebagai bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik.(*)





