
URBANNEWS.ID – Tokoh masyarakat di Riau yang juga mantan Menteri Dalam Negeri, Letjen (Purn) Syarwan Hamid angkat bicara terkait penolakan bantuan Pemprov DKI untuk penanganan kebakaran hutan di Riau.
“Niat baik Anies menngirimkan bantuan ke Riau sungguh mulia dan tulus. Sayang Pemda Riau menolak bantuan itu. Saya malu terhadap tindakan penolakan itu. Sungguh tak mencerminkan sikap beradab Orang Melayu,” ungkap Syarwan kepada urbannews.id, Kamis (19/9/2019).

Syarwan Hamid juga menyatakan permintaan maaf kepada Gubernur DKI atas penolakan tersebut.
“Sebagai orangtua dari Riau, saya minta maaf kepada Pak Anies. Itu tak mewakili gambaran budaya Melayu, dan bahkan merupakan perilaku moral buruk per orangan. Semoga tak terjadi lagi perilaku tak sopan itu,” ungkap Syarwan Hamid.
Sementara itu, dikutip dari beritagar.id, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger, mengatakan petugas di Riau sudah cukup memadai dan telah disebar ke berbagai titik api untuk memadamkan karhutla. “Kita sudah tolak dari kemarin…,” ujar Edwar kepada Riau Pos, Selasa (17/9).
Namun, Edwar tak mengungkapkan lebih jauh ketika ditanya apa rencana detailnya untuk mengatasi karhutla. Padahal, menurut Kepala BNPB Letjen Doni Monardo, Provinsi Riau adalah daerah dengan karhutla terparah pada 2019.
“Lahan gambut yang terbakar sangat besar, mencapai lebih dari 80 ribu hektare. Lahan gambut yang terluas terbakarnya ada di Riau, mencapai 40 ribu hektare,” kata Doni dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (14/9).
Data BNPB menunjukkan dari total 49.266 ribu hektare luas lahan di Riau yang mengalami kebakaran, 40.553 hektare di antaranya adalah lahan gambut. Sisanya adalah lahan mineral.
Sementara itu, dikutip dari mediacenter.riau.go.id, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Edwar Sanger membantah adanya penolakan tersebut.
“Niat baik mereka tentu kita sambut dengan baik juga. Tapi tentu perlu kita bicarakan dulu di satgas kita,” ungkap Edwar di Pekanbaru, Selasa (17/09).(hen)
