Saya Tolak Darurat Sipil!

oleh
uc?export=view&id=1x2 Jj7wwnf8Y5TALFHJMsaKEZINX5hRn
Ilustrasi/foto/republika.co.id

MASIH ada cara lain yang bisa ditempuh negara untuk menghadapi ancaman kuman Corona. 

Pertama, kita harus pahami bahwa virus Corona harus dihadapi bukan dengan cara perang konvensional, perang melawan kuman. 

Ancamannya bukan militer dan nyata tetapi ancaman kuman yang tidak terlihat. Dua cara perang yang berbeda. 

Kedua, negara harus menyiapkan sistem layanan kesehatan khusus mengobati virus Corona secara memadai sampai ke pelosok.

   
Baca Juga  Di COP30 Brasil, Pertamina Paparkan Upaya Pelestarian Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati Nusantara

Ketiga, menyiapkan tenaga profesional dan perawat secara masif. Keempat, intgrasikan layanan kesehatan tersebut dengan layanan kesehatan atau instalasi kesehatan militer.

Kelima, memberi peluang kepada universitas dan lembaga penelitian untuk mengembangkan teknologi dan obat anti kuman.

Keenam, negara menyiapkan anggaran yang cukup untuk menghadapi ancaman virus Corona. 

Pemerintah menerapkan Darurat Sipil sama dengan Kudeta Negara pada kebebasan sipil (sipil liberties). 

Baca Juga  LSM Penjara Sumut Surati Pertamina MOR 1 Sumbagut Tentang Pelanggaran Izin Operasional SPBU di Kawasan RTH

Pemerintah akan makin otoritas dan beringas kepada rakyat, dan itu akan menentang kehendak umum tentang Demokrasi, HAM dan Keadilan. 

Saya tolak Darurat Sipil karena justru menyebabkan kematian tidak terkontrol pada rakyat yang terancam dari kuman, ekonomi namun tidak berani berekspresi tentang kondisi  orang-orang lemah di Indonesia. 

Apapun alasannya, kita tegas menolak darurat sipil di Indonesia!***

Baca Juga  Alibaba Umumkan Rencana Gelar Festival Belanja Terbesar di Dunia

Natalius Pigai

*Komisioner Komnas HAM 2012-2017

*Aktivis Hak Asasi Manusia