SAYA memprediksi pemerintahan Jokowi akan lebih cepat tumbang dari prediksi dan analisa pakar politik maupun pakar ekonomi. Prediksi ini berbeda dari paranormal yang saat ini umumnya bungkam sejak Oktober 2019 periode kekuasaan kedua dijalani oleh Jokowi.
Saya melihat kekuasaan ini akan tersungkur di bulan September Oktober, tapi ternyata sangat bahaya di bulan April, April mob.

Mungkin lebih cepat di April mop. Untuk itu pemerintah harus waspada ekstra dalam perkembangan nilai tukar Rupiah yang akan tembus di level 18 ribu menjelang April mop.
Serangan sadar nasionalis justru dari lingkaran dalam pemerintahan. Mereka yang mulai sadar bahwa kedaulatan negara sudah porak poranda. Dan ini harus kembali direbut oleh komponen bangsa yang cinta tanah air bersama komponen pemerintah yang lahir dari rakyat. Sehingga bersatulah untuk kedaulatan bangsa dan negara demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Bukan semata bela tanah air tapi kedaulatan saat ini sudah berada di tangan bangsa lain. Ini sangat salah besar sejak rezim Orba tumbang.
Reformasi salah arah dan diisi para begundal politik ‘bromocorah’ APBN dan maling proyek BUMN yang duduk manis di Senayan.
Saatnya kini komponen bangsa sadar nasionalisme untuk bangkit bersatu melawan keangkuhan kekuasaan yang dilakukan dari balik aneka kecurangan yang dilakukan oleh oknum KPU.
Atas musibah Covid19 Corona maka saya seru bersatu bangkit melawan bersama dan menentukan presiden untuk bangsanya sendiri!,” tutup KGP tegas.***
Ki Gendeng Pamungkas





