URBANNEWS.ID – Pengamat Ekonomi Konstitusi, Defiyan Cori menilai ada orang dalam yang merupakan kroni Kebagusan di pusaran panasnya perebutan mitra investasi Pertagas pada proyek pipa Blok Rokan senilai Rp 4,3 triliun lebih.
“Ya, ada insider trading kayaknya,” kata Defiyan Cori kepada urbannews.id, Sabtu (17/10/2020) menanggapi terungkapnya ‘perseteruan’ dua orang dekat mantan presiden Megawati Soekarno Putri di Majalah Gatra edisi 15 Oktober 2020.
“Itulah kalau pengusaha menjadi pengelola pemerintahan, atau para politikis yang berbisnis memanfaatkan jabatannya, maka kepentingan orang banyak yang dikalahkan,” ulas Defiyan Cori.
Sementara itu, dilansir Gatra, dua perusahaan bersaing supaya terpilih sebagai mitra investasi Pertagas pada proyek yang ternyata memiliki nilai IRR 16 persen lebih itu. Nama menantu Megawati, Hapsoro Sukmonohadi dan anak kedua Megawati, Muhammad Prananda Prabowo.
Nama keduanya dikaitkan dengan dua perusahaan yang sedang ‘berkompetisi’ merebut pekerjaan pembangunan jaringan pipa migas itu. Kedua perusahaan yakni PT Rukun Raharja Tbk dan PT Isar Gas.
Hapsoro dikaitkan dengan PT Rukun Raharja Tbk, serta nama Muhammad Prananda Prabowo dikaitkan dengan PT Isar Gas.
Sementara itu, bos PT PGN Tbk, Suko Hartono, diungkapkan Gatra menampik adanya konflik kepentingan dirinya dengan kedua perusahaan yang sedang bersaing tersebut. Meski demikian, ia tak membantah pernah bertemu dengan kedua perusahaan tersebut.
Suko juga mengungkapkan kepada Gatra, bahwa pihaknya belum menerima laporan tentang telah adanya pemenang pelaksana pekerjaan tersebut dari Pertagas. Pertagas merupakan anak perusahaan dari PT PGN Tbk.(hen)

