14 April 2021 | 20:03 WIB

Urbannews.id

Independen dan Berimbang

Dirut PGN Kembali Bungkam Ditanya Konsistensi Pernyataannya Terkait Mitra Investasi Proyek Pipa Blok Rokan

Foto/repro urbannews.id

URBANNEWS.ID – Direktur Utama PT PGN Tbk, Suko Hartono kembali bungkam ditanya soal keterlibatan PT Rukun Raharja Tbk dalam kerjasama pembangunan dan pengoperasian pipa minyak bumi di koridor Balam-Bangko-Dumai dan koridor Minas-Duri-Dumai, wilayah kerja blok Rokan.

Konfirmasi yang diajukan sejak 19 Maret 2021 melalui aplikasi pesan whatsapp, dia hanya baca tetapi tak dijawab hingga berita ini dilaporkan, Minggu (21/3/2021). Suko Hartono sebelumnya telah memblokir nomor whatsapp wartawan urbannews.id. Hal senada juga dilakukan Komisaris Utama PT PGN Tbk, Archandra Tahar.

Dalam konfirmasi itu antara lain urbannews.id menanyakan apakah PT PGN Tbk melalui anak usahanya PT Pertagas sudah menunjuk PT Rukun Raharja sebagai pemegang lelang mitra investasi proyek pipa tersebut atau belum.

Padahal, sebelumnya diketahui dalam pemilihan antara dua kandidat sempat tertunda selama tujuh bulan. Suko Hartono sendiri dalam wawancaranya dengan Majalah Gatra pada Oktober 2020 lalu, pernah menyatakan bahwa PT PGN Tbk dan PT Pertagas mampu membiayai sendiri proyek tersebut.

Selain itu Suko Hartono juga menyatakan, “Jika bermitra tak memberikan manfaat bagi korporasi dan malah membawa masalah hukum dikemudian hari, lebih baik tak bermitra sekalian”.

Dalam konfirmasi 19 Maret 2021 tersebut, urbannews.id juga menanyakan kepadanya tentang kenyataan yang bertolak belakang dengan apa yang ia sampaikan pada Majalah Gatra Edisi 15-21 Oktober 2020 dengan cover Anak Mantu Megawati di Blok Rokan.

Namun menurut salah satu sumber tepercaya, infonya mungkin saja Suko sudah dalam posisi terjepit dalam menghadapi rencana RUPS PT PGN Tbk pada 22 April 2021. Sehingga keputusan Pertagas yang ditetapkan sudah lama, akhirnya dia setujui minggu lalu. “Lagi pula, Suko Hartono juga awalnya sudah menandatangan Final Invesment Decision (FID). Apa itu tidak aneh?,” ungkap sumber kepada urbannews.id.

Sementara itu, dilansir cnbcindonesia.com pada 19 Maret 2021, emiten jasa hulu migas, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menjalin kerja sama operasi (KSO) dengan PT Pertamina Gas (Pertagas) terkait pembangunan dan pengoperasian pipa minyak bumi di koridor Balam-Bangko-Dumai dan koridor Minas-Duri-Dumai, wilayah kerja Rokan.

Nilai investasi kerja sama operasi tersebut mencapai US$ 300,62 juta atau setara Rp 4,20 triliun dengan asumsi kurs rata-rata Rp 14.000 per dolar AS.

Rencananya, Rukun Raharja akan memberikan andil pendanaan sebesar 25% dari total investasi atau sebesar US$ 75,16 juta. Sedangkan Pertagas akan memberikan kontribusi pembiayaan sebesar 75% investasi atau sebesar US$ 225,47 juta.(hen)

Bagikan