URBANNEWS.ID – Sengkarut keterlambatan pengiriman cairan dianeal bagi pasien gagal ginjal kronik yang menggunakan terapi Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) kembali terjadi. Kali ini keterlambatan itu terjadi pada pasien ginjal kronik di RSU Dr. Pringadi, Medan, Sumatera Utara.
Salah satu pasien, Leston Sinaga menjelaskan bahwa keterlambatan cairan itu sudah terjadi sejak enam bulan terakhir. Menurutnya pihak distributor dalam hal ini PT Enseval Putera Megatrading berujar sebenarnya cairan tersebut tersedia. Akan tetapi baik pihak distributor dan rumah sakit tidak bisa menjelaskan rinci perihal keterlambatan tersebut.
Akibat keterlambatan tersebut, Leston mengaku banyak pasien yang harus mengurangi jatah ganti cairan per harinya. Hal itu dilakukan untuk menghemat agar cairan tidak habis sebelum waktunya.
“Bisa 4 hari terlambat cairan. Dan itu (terlambat) terus menerus setiap bulan dan tidak ada kepastian tanggal. Jadi, kami kurangilah jatah ganti cairan supaya cukup. Atau pinjam dari kawan yang lebih cairannya. KPCDI dari sini sudah kirim surat ke rumah sakit,” kata Leston, Senin (28/6/2021).

