HIPPI Minta KPK dan Mabes Polri Periksa Direksi PT Antam

oleh
C5F6DC95 63A9 45BE BD89 853585C9CC2E
Ilustrasi PT Aneka Industri (Antam)

Kenapa Direksi PT Aneka Tambang harus menjual biji nikel ke SMI, OSS dan Virtue Dragon lewat trader MPP, Ekasa dan SKM? Padahal bisa menjual langsung? Bukankah jika lewat trader membuat keuntungan perusahaan menjadi jauh berkurang?

Apakah ini semua juga terkait terus tertundanya pembangunan Pabrik Feronikel Halmahera Timur (P3FH) PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tak kunjung selesai. Padahal, konstruksi pabrik itu sudah mencapai 97% sejak 2019 lalu. Namun pengoperasian smelter milik Antam ini ternyata masih terus terganjal pasokan listrik. Apakah ini disengaja?

Baca Juga  Aspek Indonesia Minta Pemerintah Batalkan Permenaker Nomor 2 Tahun 2022

Untuk itu, Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pemuda Pertambangan Indonesia (DPP HIPPI) akan melakukan aksi demontrasi dengan subjek isu antara lain meminta KPK dan Mabes Polri segera melakukan audit menyeluruh dengan memeriksa dan menyelidiki kasus jual beli biji nikel PT Aneka Tambang lewat trader PT MPP, PT Satya karya mandiri dan PT Ekasa yang diduga merugikan PT Antam Triliunan Rupiah.

Baca Juga  KKP Siapkan SDM Andal Hadapi Dinamika Geopolitik Kawasan Maritim

Kemudian, meminta KPK dan Mabes Polri memeriksa Direksi PT Antam yakni Direktur Utama Dana Amin, Direktur Niaga Aprilandi Hidayat Setia, dan Direktur Keuangan Anton Herdianto.

   

Selanjutnya, meminta KPK dan Mabes Polri untuk memeriksa Direksi PT Mineral Putra Prima Tsai Pei Yuan, Direksi PT Ekasa dan Direksi PT Satya Karya Mandiri.

Baca Juga  23 Tahun Perjuangkan Hak Tanah, CERI Apresiasi Respon Cepat Pimpinan DPR dan Komisi III

Selain itu juga meminta KPK dan Mabes Polri segera melakukan audit dan menyelidiki proyek gagal smelter PT Antam di Halmahera Maluku.

Demikianlah aksi demontransi ini kami lakukan sebagai bagian dari tugas dan tanggung jawab kita untuk menciptakan transparansi dan akuntabilitas terhadap keuangan negara.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *