Serikat Buruh Surati Presiden Jokowi, Privatisasi Pertamina dan PLN Berpotensi Melanggar Konstitusi

oleh
Joko Widodo Liputan6
Joko Widodo. foto/Liputan6.com

URBANNEWS.ID – Serikat pekerja PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) mendesak Presiden Jokowi membatalkan rencana pembentukan holding-subholding kedua perusahaan serta IPO terhadap anak usahanya.

Desakan mereka sampaikan dalam surat yang dikirimkan ke Jokowi pada 16 Agustus 2021 lalu. Desakan yang tertuang dalam surat bernomor: 001/fspbb-spppln/viii/2021 tersebut mereka sampaikan dengan beberapa pertimbangan. Salah satunya, potensi pelanggaran konstitusi. Surat tersebut disebutkan telah diantarkan pada Senin (23/8/2021).

Baca Juga  Buku Center of Excellence Geologi Indonesia Diluncurkan Bertepatan Gelaran Forum Geologi Nasional II Tahun 2022

“Privatisasi Pertamina dan PLN melalui mekanisme pembentukan holding-subholding dan initial public offering terhadap anak-anak perusahaannya memiliki potensi pelanggaran konstitusi, yaitu, bertentangan dengan UUD 1945 Pasal 33 ayat 2 dan 3 UU No.19 Tahun 2003 tentang BUMN Pasal 77,” kata mereka seperti dikutip dari surat tersebut.

Mereka mengancam jika desakan tak dipenuhi Jokowi, buruh akan melakukan berbagai langkah konstitusional agar rencana IPO dan privatisasi BUMN tersebut bisa dibatalkan.

   
Baca Juga  Ugan Gandar: Menteri ESDM Haruslah Berintegritas Tinggi

Sebagai informasi, Kementerian BUMN mendorong pembentukan holding BUMN panas bumi atau geothermal. BUMN geothermal ini rencananya terdiri dari anak usaha PLN, PT PLN Gas & Geothermal dan PT Indonesia Power (IP) yang akan dikelola di bawah PT Pertamina Geothermal Energi (Persero) yang merupakan anak usaha Pertamina.(hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *