Gelar Trakindo Goes to Campus di PENS dan UNHAS, Trakindo Bantu Siapkan Mahasiswa Hadapi Revolusi Industri 4.0

oleh -

JAKARTA, URBANNEWS.ID – PT Trakindo Utama, penyedia solusi alat berat Caterpillar di Indonesia, selalu berkomitmen untuk berkontribusi pada kemajuan pendidikan di Indonesia. Komitmen ini diwujudkan salah satunya melalui program bertajuk Trakindo Goes to Campus yang dimanfaatkan sebagai sarana berbagi keahlian dan pengalaman Trakindo di industri alat berat kepada mahasiswa, khususnya di tengah disrupsi industri 4.0. 

Acara yang berlangsung virtual ini merupakan kolaborasi dengan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) pada 11 September 2021 dan Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar pada 18 September 2021, dengan tema “Prospek dan Masa Depan Pendidikan Teknologi di Indonesia pada Era Disrupsi Industri 4.0”. 

Masing-masing acara diikuti sekitar 250 mahasiswa dan belasan staf pengajar di kedua institusi pendidikan bergengsi tersebut. 

Pendidikan teknologi menjadi salah satu bidang paling terdisrupsi di tengah transformasi dan transisi akibat Revolusi Industri 4.0 yang terjadi secara intensif. Untuk menjawab kebutuhan baru yang muncul di lanskap tenaga kerja global, maka sektor pendidikan tinggi teknologi perlu melakukan berbagai perubahan dan penyesuaian agar anak didik memiliki bekal memadai untuk menghadapi tuntutan industri yang terus berubah. 

Berbicara di Trakindo Goes to Campus, Candy Sihombing, Corporate Communication and CSR Manager Trakindo membenarkan bahwa saat ini, seiring dimulainya disrupsi Industri 4.0, terjadi peningkatan kebutuhan akan bakat terbaik, terutama di bidang teknologi. 

“Kemajuan teknologi semakin cepat dan terus berkembang. Sayangnya, di saat yang sama kita harus menghadapi situasi pandemi COVID-19 yang menghadirkan tantangan serius bagi dunia pendidikan. Untuk itu kami melakukan Trakindo Goes to Campus guna memberikan gambaran mengenai kebutuhan dan masa depan industri,” papar Candy Sihombing.

Dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian 50 Tahun Dedikasi Trakindo Berkarya untuk Indonesia, Trakindo Goes to Campus merupakan upaya Trakindo menunjukkan kepedulian terhadap kemajuan pendidikan teknologi di Indonesia beserta mahasiswanya, serta harapan dapat membantu mahasiswa dengan berbagi dan mengenal secara langsung disrupsi dan transformasi pada industri alat berat di era Revolusi Industri 4.0. 

Selama ini, selain menyediakan solusi alat berat, Trakindo memang berupaya menerapkan tanggung jawab sebagai warga korporat yang baik dengan menitikberatkan pada pilar-pilar corporate citizenship, salah satunya di bidang Pendidikan.

Berbicara tentang penerapan teknologi terdepan di Trakindo, Candy Sihombing menjelaskan perkembangan teknologi di industri alat berat saat ini mengarah ke Connected Asset dan Automation, seperti Equipment Management, sebuah solusi digital yang mampu memonitor kinerja dan kesehatan alat berat dari jarak jauh.

Fajar Nur Hendri Winarko, Instructor Technology Trakindo Tembagapura menjelaskan lebih jauh mengenai teknologi Minegem atau Cat® Minestar Command for Underground. 

“Minegem merupakan teknologi otomasi yang membuat operator dapat mengontrol alat berat dari jarak jauh yang saat ini banyak diimplementasikan di pertambangan bawah tanah, sehingga penggunaannya lebih aman dan meningkatkan produktivitas,” jelas Fajar. 

Selain berbicara mengenai teknologi Cat Minestar, Fajar juga bercerita mengenai pengalamannya, serta kisah serunya bekerja di pertambangan.

Pada acara ini, Trakindo berbagi kebutuhan hingga keahlian yang diperlukan mahasiswa dan cara menghadapi tantangan di tengah kemajuan teknologi yang pesat. 

Paparan mengenai hal ini diharap mampu mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan zaman dan menambah wawasan sebelum terjun ke dunia kerja. Trakindo berharap akan lahir generasi-generasi yang adaptif sehingga mampu menjadi para generasi penerus di bidang teknologi untuk menghadapi disrupsi industri 4.0.

“Dengan berbagai kemajuan teknologi, serta pemanfaatannya pada industri alat berat saat ini, lulusan teknik dari berbagai jurusan bisa bergabung di industri alat berat, tidak hanya satu jurusan tertentu saja,” tutur Fajar. 

Revolusi Industri 4.0 merupakan fase lanjutan dari Revolusi Industri 3.0 yang ditandai dengan pemanfaatan elektronik dan teknologi informasi. Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan perpaduan teknologi yang mengaburkan batas antara bidang fisik, digital, dan biologis. 

Menurut World Economic Forum, yang membuat Revolusi Industri bukan sekadar bagian dari 3.0 adalah kecepatannya yang luar biasa, ruang lingkup sektor yang terdisrupsi sangat luas, dan dampaknya kepada seluruh sistem produksi, manajemen, dan tata kelola.

Berbicara juga di Trakindo Goes to Campus PENS, Dr. Eng. Bima Sena Bayu Dewantara, S. ST, MT., Ketua Program Pascasarjana Terapan PENS menjelaskan lebih detail kerangka konseptual revolusi industri 4.0. 

“Revolusi Industri 4.0 mengkolaborasikan teknologi siber dan teknologi otomatisasi, yaitu cyber physical systems. Untuk menjawab kebutuhan ini dan menghasilkan lulusan yang kompeten, terampil, berkomitmen, dan siap kerja, dibutuhkan sinergi pendidikan tinggi vokasi bidang teknologi dan industri,” ungkap Bima.

Lebih jauh Bima Sena Bayu mengungkap rencana PENS menjawab kebutuhan ini dengan mempersiapkan pembukaan program studi pascasarjana S3 terapan di bidang Cyber Physical Systems pertama di Indonesia. Program studi ini diharapkan mulai aktif di tahun ajaran 2022-2023 yang segera datang.

Dr. Eng. Ir. Dewiani, M.T., Ketua Departemen Teknik Elektro UNHAS menjelaskan upaya UNHAS menyiapkan lulusan berkualitas yang siap menghadapi perubahan zaman. 

“Kami memiliki beberapa mata kuliah yang sesuai dengan kebutuhan industri sehingga nanti mahasiswa siap terjun di industri. Meskipun teknologi yang digunakan tiap industri mungkin spesifik dan terus berkembang, kami telah memberi dasar yang kuat sehingga mereka bisa beradaptasi,” jelas Dewiani di Trakindo Goes to Campus UNHAS.

“Kolaborasi dengan PENS dan UNHAS merupakan salah satu inisiatif Trakindo dalam memperluas wawasan mahasiswa, diharapkan setelah acara ini berlangsung, mahasiswa mendapatkan informasi mengenai prospek karier dan implementasi teknologi di masa depan serta memotivasi mahasiswa untuk belajar sungguh-sungguh agar mampu bersaing di era perubahan. Kami percaya bahwa dengan bekerja sama, kita bisa memberi perubahan positif untuk masa depan yang lebih baik,” tutup Candy Sihombing.(hen/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *