Lima Pekerja Rekanan PHR Dipastikan Meninggal Bukan Kecelakaan Kerja, CERI: Kami Tidak Ingin Mengeksploitasi Orang Yang Sudah Meninggal

oleh
F954DCAF 53AB 4622 BC18 09CCB79801D2

PEKANBARU – Menanggapi berita tak akurat soal kecelakaan kerja pegawai perusahaan rekanan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman, Rabu (23/11/2022) pagi, menyatakan duka cita yang mendalam atas meninggalkan lima orang pekerja Migas di Blok Rokan, Riau.

“Sebagai orang beragama, orang meninggal itu takdir dari Allah SWT, termasuk kita juga gak tau kapan meninggalnya, jalan meninggal itu bisa akibat sakit yang sudah dideritanya atau kecelakaan kerja, kebetulan lima orang yang meninggal itu jika menurut keterangan disebabkan oleh sakit,” beber Yusri.

   

Oleh sebab itu, lanjut Yusri, pihaknya ikut mengucapakan dukacita mendalam atas meninggalnya pekerja kontraktor PHR, semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT.

“Jika meninggal karena kecelakaan kerja, saya di depan akan menggugat PHR, jika karena sakit, mohon maaf saya gak mau mengeksploitir orang yang meninggal karena takdir Allah SWT, apalagi untuk motif menyerang pribadi orang” ungkap Yusri.

Lebih lanjut Yusri mengungkapkan, PHR mesti segera melakukan audit terhadap perusahaan rekanan tempat lima pekerja tersebut mengabdi.

“Jika ada ditemukan pelanggaran aturan oleh rekanan PHR, tentu sesuai regulasi yang ada, PHR dapat memberikan sanksi baik berupa teguran, hingga memasukkan rekanan tersebut ke dalam daftar rekanan bermasalah,” beber Yusri.

Sementara itu, dilansir beritasatu.com, Rabu (23/11/2022), Direktur Utama PT. Pertamina Hulu Rokan Jafee A. Suardin memastikan bahwa meninggalnya lima karyawan itu bukan akibat kecelakaan kerja.

“Dapat dikonfirmasikan bahwa penyebab meninggalnya mitra kerja PHR baru-baru ini bukanlah akibat kecelakaan kerja,” ujar Dirut PT PHR Jafee A. Suardin, ketika dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Selasa (22/11/2022).

Melalui Rudi Ariffianto, VP Corporate Affairs PT PHR, manajemen PHR menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas meninggalnya mitra kerja PHR pada Kamis, 17 November 2022 dan Minggu, 20 November 2022 karena sakit.

“Mereka telah ditangani dengan segera oleh tenaga medis yang disediakan PHR yang telah terlatih, baik untuk menangani kejadian terkait kesehatan di lokasi dan di fasilitas medis PHR,” sebutnya.

Menurutnya, PT PHR memberikan perhatian serius untuk memastikan semua pekerja dan mitra kerja PHR fit sebelum mulai bekerja.
“Perlindungan terhadap seluruh pekerja, mitra kerja, dan masyarakat di mana PHR beroperasi merupakan nilai dan prioritas utama Perusahaan,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *