Viral Tawuran Antar Sekolah, Kapolresta Temui Siswa SMK Negeri 3 Kota Gorontalo

oleh
IMG 8746

GORONTALO – Kasus tawuran sering kali terjadi dan dilakukan oleh remaja atau pelajar yang memiliki perilaku menyimpang. Tingkat emosi tidak dapat dikontrol. Ini terjadi biasanya mulai dari masalah-masalah sepele sampai hal-hal serius yang menjurus pada tindakan bentrok.

Seperti halnya tawuran yang viral di Kota Gorontalo antara SMU Negeri 3 dan SMK Negeri 3 dimana pesan berantai yang tersebar sudah sangat meresahkan masyarakat terutama orang tua siswa di kedua sekolah tersebut.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kapolresta Gorontalo Kombes Pol Dr. Ade Permana, S.I.K., MH mengambil langkah dengan mendatangi SMK Negeri 3 Kota Gorontalo untuk memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada siswa, Rabu (25/9/2024).

Baca Juga  Wali Kota Sibolga Serahkan Bantuan Sembako Pada Korban Kebakaran Di Pasar Belakang

Dijelaskan Ade, tawuran antar pelajar merupakan tindakan yang sangat tidak diperbolehkan dan dapat berdampak buruk bagi semua pihak.

   

Oleh karena itu, tegasnya, pihak kepolisian menghimbau kepada seluruh pelajar agar menjaga kerukunan dan tidak terlibat dalam aksi kekerasan.

“Mari kita ciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman untuk belajar. Jangan terlibat dalam tawuran dan jika ada permasalahan agar diselesaikan dengan cara yang baik dan damai,” ujar Ade.

Baca Juga  Pastikan Masyarakat di Kawasan 3T Terjangkau Bansos, Mensos Risma Siapkan Aturan Khusus

Lebih lanjut Ade menyampaikan bahwa pihak kepolisian juga akan melakukan patroli di sekitar sekolah-sekolah untuk mencegah terjadinya tawuran dan memberikan rasa aman kepada para pelajar.

Kapolresta berharap dengan adanya pembinaan dan penyuluhan serta patroli yang akan dilaksanakan ini, para pelajar dapat memahami pentingnya menjaga kerukunan dan keamanan di lingkungan sekolah.

Selain melakukan sosialisasi, Kapolresta yang didampingi PJU Polresta serta Danramil melakukan pemeriksaan kendaraan siswa dan didapati ada 56 unit sepeda motor yang tidak sesuai spektek. Di antaranya menggunakan knalpot brong, tidak ada kaca spion dan tidak terpasang TNKB.

Baca Juga  TEKAB Tak Puas Hasil Pertemuan Driver Ojol dengan Pemprov DKI Jakarta

Di akhir kegiatan, Kapolresta berpesan kepada siswa untuk mengikuti pembelajaran di sekolah dengan baik, tinggalkan yang bertentangan dengan hukum karena itu dapat merusak moral dan masa depan anda ke depan.

“Kegiatan ini akan kami lakukan secara berkesinambungan ke sekolah-sekolah lainnya, agar kenakalan remaja di Kota Gorontalo berkurang dan kamtibmas tetap terjaga,” tutup alumni Akpol 2000 ini.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *