PEKANBARU – Sebanyak 71 petani dan pekerja perkebunan kelapa sawit asal Kabupaten Rokan Hulu dan Rokan Hilir baru saja memulai mengikuti Pelatihan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS) bertajuk ‘Panen dan Pasca Panen Angkatan 1’.
Kegiatan strategis itu digelar selama enam hari penuh mulai 16 Juni 2025 di Hotel Grand Jatra, Pekanbaru. PT Menara Training Center (MTC) menyatakan kegiatan itu sebagai upaya konkret meningkatkan kualitas produksi sawit Riau.
Kolaborasi Strategis Pemerintah dan Swasta
Dijelaskan pihak PT MTC, pelatihan itu merupakan inisiatif Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, dengan pelaksana teknis PT MTC.
Acara pembukaan dihadiri langsung oleh jajaran pemerintah daerah yang menandakan keseriusan penanganan SDM Perkebunan. Hadir antara lain Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Rokan Hulu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Rokan Hilir dan Firman Tambunan selaku Direktur Utama PT MTC.
“Ini investasi jangka panjang untuk daya saing sawit Riau. Teknik panen dan pasca panen yang tepat adalah kunci kurangi fruit loss dan tingkatkan kualitas TBS. Sinergi BPDP, Kementan, dan PT MTC ini harus terus berlanjut,” tegas Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau dalam sambutannya.
Fokus Teknis Kurangi Kerugian Panen
Peserta menjalani pelatihan intensif berbasis praktik dengan modul falsafah panen dan regulasi panen, persiapan panen, taksasi produksi, kriteria matang panen, organisasi dan sistem panen, teknik memanen, pengangkutan dan ketelusuran.
Firman Tambunan menambahkan, pelatihan dirancang berdasarkan masalah riil di kebun.
Pelatihan ini sejalan dengan visi BPDP dan Ditjen Perkebunan dalam membangun SDM berdaya saing global.
Peningkatan kapasitas petani di Rokan Hulu dan Rokan Hilir yang termasuk penyumbang produksi sawit nasional terbesar diharapkan dapat menekan kehilangan hasil panen (yield loss), meningkatkan rendemen minyak dan memperkuat rantai nilai dari kebun ke pabrik kelapa sawit (PKS).
“Ilmu ini akan kami tularkan ke kelompok tani di kampung,” ujar Ramadhani (34), peserta asal Rokan Hulu.
Kegiatan dijadwalkan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada peserta pada Sabtu (21/6/2025) sebagai bukti kompetensi.(*)

