Danantara dan PLN Masuk Babak Baru Investasi Jumbo di EBT

oleh
IMG 3823

JAKARTA – Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management (DIM) resmi menandatangani Head of Agreement (HoA) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Dalam keterangan resmi yang diterima pada Senin (22/12/2025), penandatanganan HoA ini merupakan tahap awal dari rencana penjajakan kerja sama investasi antara Danantara Indonesia dan PLN. Rincian lebih lanjut mengenai bentuk dan struktur investasi akan selanjutnya, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku serta hasil proses uji tuntas yang dilakukan oleh para pihak.

Adapun kerja sama strategis ini membidik peluang investasi pada proyek pembangkit hijau yang dikembangkan melalui anak usaha PLN, yakni PLN Nusantara Renewables dan PLN Indonesia Power Renewables.

Baca Juga  19 Tahun PHE, Perkuat Ketahanan Energi Nasional Melalui Kinerja Hulu Migas yang Tangguh

Langkah tersebut sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang menargetkan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 70 GW, di mana 76% di antaranya berasal dari energi terbarukan. Untuk penambahan kapasitas awal sebesar 20 GW, PLN mengestimasi kebutuhan investasi mencapai Rp 600 triliun atau setara US$ 36 miliar.

   

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen institusinya dalam mendukung swasembada energi dan menghadapi tantangan perubahan iklim. Energi baru terbarukan merupakan sektor kunci dalam memastikan sistem energi yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan.

Baca Juga  Pertamina SMEXPO 2025 Resmi Dibuka, Wujudkan Kolaborasi untuk UMKM Naik Kelas

“Penandatanganan HoA ini menjadi tonggak awal dalam menjajaki kebutuhan investasi strategis yang besar, mendorong pengembangan EBT yang andal, serta memperkuat posisi Indonesia dalam swasembada energi, transformasi hijau, serta menyikapi kondisi perubahan iklim yang kita alami bersama,” ujar Pandu.

Melalui kemitraan ini, Danantara tidak hanya berperan sebagai penyedia permodalan, tetapi juga aktif dalam mengidentifikasi tantangan pengembangan proyek di lapangan. Pandu Sjahrir menambahkan bahwa pendekatan ini akan membantu menciptakan akses modal yang kompetitif sekaligus membuka lapangan kerja hijau.

Baca Juga  Wings Air Buka Rute Terintegrasi Palembang–Pangkalpinang–Tanjung Pandan

“Kolaborasi dengan PLN memungkinkan penyelarasan antara kapabilitas investasi dan kesiapan operasional di sektor ketenagalistrikan. Melalui peran Danantara Indonesia sebagai institusi investasi strategis, kami tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi juga berperan aktif dalam mengidentifikasi dan membantu mengatasi berbagai tantangan pengembangan proyek, menghadirkan akses permodalan yang kompetitif, serta mendukung penciptaan lapangan kerja hijau,” tandas Pandu.(investor.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *