Hari Lahir Pancasila, Museum Multatuli Perkuat Pendidikan Karakter Generasi Muda

oleh
Hari Lahir Pancasila, Museum Multatuli Perkuat Pendidikan Karakter Generasi Muda
Hari Lahir Pancasila, Museum Multatuli Perkuat Pendidikan Karakter Generasi Muda

LEBAK – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengunjungi Museum Multatuli di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, usai bertindak sebagai Pembina Upacara pada Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Alun-Alun Rangkasbitung. 

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk merefleksikan relevansi nilai-nilai Pancasila sekaligus memperkuat pemahaman generasi muda terhadap sejarah bangsa.

Didampingi Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, Wamendikdasmen meninjau berbagai koleksi dan narasi sejarah yang tersaji di Museum Multatuli. 

Baca Juga  Kemendagri Targetkan Provinsi Sumbar, Kepri dan Riau Selesaikan Peta Batas Desa pada 2022

Bonnie Triyana merupakan penggagas Museum Multatuli di Rangkasbitung, Banten, serta dikenal aktif dalam berbagai upaya pelestarian sejarah, termasuk penyelamatan Gedung Sarekat Islam di Semarang. 

   

Dalam kunjungan tersebut, Wamendikdasmen memperoleh pemaparan mengenai sejarah Multatuli dan jejak tokoh-tokoh nasional yang memiliki keterkaitan dengan Kabupaten Lebak.

“Semangat yang dituangkan dalam Max Havelaar sangat relevan dengan nilai-nilai Pancasila, terutama terkait keadilan dan kemanusiaan. Pesan-pesan itu penting untuk terus kita rawat dan aktualisasikan dalam kehidupan saat ini,” ujar Wamen Fajar, Senin (1/6/2026).

Baca Juga  Hari Kesaktian Pancasila, Prabowo: Hanya Dengan Persatuan Kita Bisa Berhasil Sebagai Negara

Dalam kunjungannya, Fajar juga menyoroti posisi Kabupaten Lebak sebagai wilayah yang memiliki kekayaan sejarah luar biasa. 

Selain menjadi tempat yang berkaitan dengan sosok Multatuli, Lebak juga memiliki jejak sejarah sejumlah tokoh penting bangsa, seperti Soekarno, Haji Agus Salim, Tan Malaka, dan Maria Ulfah.

Menurutnya, kekayaan sejarah tersebut perlu menjadi bagian dari memori kolektif bangsa, khususnya bagi Generasi Z dan Generasi Alpha.

Baca Juga  Ditanya Soal Limbah TTM Blok Rokan di Acara Bincang Migas Riau, Sukamto dan Yanin Tampak Gagap dan Irit Bicara

“Lebak merupakan mutiara sejarah yang luar biasa. Banyak tokoh besar bangsa yang memiliki keterkaitan dengan daerah ini. Warisan sejarah tersebut perlu diperkenalkan secara lebih luas agar generasi muda semakin mengenal tokoh-tokoh yang turut membentuk perjalanan Indonesia,” katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *