DENPASAR – PT PLN (Persero) menetapkan Bali sebagai wilayah percontohan transformasi sistem smart grid nasional. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat keandalan pasokan listrik sekaligus mendukung percepatan transisi energi di Indonesia.
Transformasi tersebut akan dilakukan melalui penerapan teknologi digital pada sistem kelistrikan, sehingga pengelolaan jaringan menjadi lebih efisien, andal, dan mampu mengakomodasi pemanfaatan energi baru terbarukan dalam skala yang lebih besar.

PLN menilai Bali memiliki karakteristik yang mendukung implementasi smart grid karena sistem kelistrikannya terhubung dalam satu jaringan dan memiliki kebutuhan listrik yang terus berkembang, terutama untuk sektor pariwisata, industri, dan layanan publik.
Melalui pengembangan smart grid, PLN akan meningkatkan kemampuan pemantauan jaringan secara real time, mempercepat penanganan gangguan, serta mengoptimalkan distribusi energi. Teknologi ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan sekaligus memperkuat ketahanan sistem kelistrikan nasional.
Selain mendukung keandalan pasokan listrik, transformasi smart grid menjadi bagian dari strategi PLN dalam mewujudkan sistem energi yang lebih modern, fleksibel, dan rendah emisi. Implementasi teknologi digital tersebut juga diharapkan dapat mempercepat integrasi pembangkit berbasis energi terbarukan ke dalam jaringan listrik nasional.
Ke depan, pengalaman implementasi smart grid di Bali akan menjadi acuan bagi PLN dalam memperluas penerapan sistem serupa di berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari transformasi sektor ketenagalistrikan nasional. (*)





