Adam Goldstein Bawa Archer Masuk Era Pesawat Otonom lewat Akuisisi Tiga Unit Boeing

oleh
Adam Goldstein Bawa Archer Masuk Era Pesawat Otonom lewat Akuisisi Tiga Unit Boeing
Adam Goldstein Bawa Archer Masuk Era Pesawat Otonom lewat Akuisisi Tiga Unit Boeing

JAKARTA — CEO dan pendiri Archer Aviation Adam Goldstein membawa perusahaan yang dipimpinnya memperluas bisnis dari pengembangan taksi udara listrik ke teknologi pesawat otonom, drone, dan sistem pengelolaan ruang udara melalui rencana akuisisi tiga unit bisnis milik Boeing.

Tiga perusahaan yang akan diakuisisi adalah Wisk Aero, Insitu, dan SkyGrid. Kesepakatan tersebut diumumkan pada 10 Agustus 2026 dan ditargetkan rampung sebelum akhir tahun, setelah memenuhi persyaratan dan persetujuan yang diperlukan.

Media Spatial Highlights melaporkan langkah Archer tersebut sebagai upaya memperkuat pengembangan pesawat tanpa pilot. Informasi mengenai transaksi itu juga diberitakan Reuters, yang menyebut akuisisi tersebut akan memperluas posisi Archer di pasar penerbangan otonom, pertahanan, dan logistik.

Adam Goldstein Bidik Sumber Pendapatan Baru

   

Bagi Goldstein, akuisisi tiga unit Boeing tersebut bukan hanya menambah teknologi, tetapi juga membuka akses ke bisnis yang telah berjalan.

Dalam wawancara dengan Reuters, Goldstein mengatakan masuknya Insitu memberi Archer peluang untuk segera memperoleh pendapatan dari pasar yang sedang berkembang. Reuters melaporkan Insitu memiliki bisnis pesawat tanpa awak untuk sektor pertahanan dengan pendapatan tahunan lebih dari US$200 juta.

Insitu selama ini dikenal mengembangkan dan mengoperasikan sistem pesawat tanpa awak untuk berbagai kebutuhan, termasuk layanan intelijen, pengawasan, dan pengintaian. Pada Mei 2026, perusahaan tersebut mengumumkan kembali terpilih untuk menyediakan layanan menggunakan sistem ScanEagle dan Integrator bagi sejumlah pelanggan pemerintah Amerika Serikat.

Baca Juga  Pertamina Patra Niaga Siap Melayani Sepenuh Hati Jelang Libur Nataru, Wamen ESDM Tinjau Layanan di Rest Area KM 57 dan Fuel Terminal Cikampek

Bagi Archer, kehadiran bisnis tersebut memperluas sumber pendapatan perusahaan yang sebelumnya lebih dikenal melalui pengembangan pesawat electric vertical takeoff and landing atau eVTOL.

Wisk Perkuat Teknologi Pesawat Tanpa Pilot

Akuisisi Wisk menjadi bagian penting dari strategi baru Archer karena perusahaan tersebut telah mengembangkan pesawat listrik dengan teknologi penerbangan otonom.

Wisk sebelumnya merupakan bagian dari Boeing dan tengah mengembangkan pesawat eVTOL yang dirancang untuk beroperasi tanpa pilot di dalam kokpit. Perusahaan itu juga telah menjalankan lebih dari 1.600 penerbangan uji berdasarkan informasi yang dipublikasikan SkyGrid.

Pada awal 2026, Wisk dan SkyGrid juga merilis dokumen mengenai konsep aturan penerbangan otomatis atau Automated Flight Rules. Pengembangan tersebut diarahkan untuk mendukung integrasi pesawat dengan tingkat otomatisasi tinggi ke dalam sistem ruang udara.

Teknologi itu kini menjadi salah satu aset yang akan memperkuat langkah Archer dalam mengembangkan penerbangan otonom.

SkyGrid Lengkapi Sistem Pengelolaan Ruang Udara

Selain pesawat, Archer juga akan memperoleh SkyGrid yang bergerak dalam pengembangan teknologi integrasi dan pengelolaan ruang udara untuk penerbangan yang semakin otomatis.

SkyGrid sebelumnya bekerja bersama Wisk dalam pengembangan sistem yang diperlukan untuk mendukung operasi pesawat otonom dan mobilitas udara tingkat lanjut.

Baca Juga  Laptop Copilot+ PC Vivobook S 15 OLED Sudah Dapat Dipesan Sekarang

Menurut informasi perusahaan, fokus SkyGrid mencakup infrastruktur digital, sistem manajemen lalu lintas udara, keamanan siber, serta teknologi pendukung integrasi pesawat otonom ke ruang udara.

Dengan kombinasi Wisk, Insitu, dan SkyGrid, Archer akan memiliki portofolio yang mencakup pesawat listrik, pesawat tanpa awak, teknologi penerbangan otonom, serta sistem pendukung pengelolaan ruang udara.

Archer Tak Lagi Hanya Mengandalkan Taksi Udara

Langkah tersebut mempertegas perubahan arah bisnis Archer di bawah kepemimpinan Goldstein.

Dalam laporan kinerja perusahaan pada kuartal pertama 2026, Goldstein menyatakan Archer tidak lagi hanya melihat dirinya sebagai perusahaan taksi udara. Archer juga tengah mengembangkan teknologi untuk sektor pertahanan dan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan.

Ekspansi melalui akuisisi tiga unit Boeing memperkuat arah tersebut, terutama karena Archer akan memperoleh teknologi dan bisnis yang telah memiliki pengalaman operasional.

Reuters melaporkan transaksi itu juga terjadi ketika industri eVTOL masih menghadapi tantangan untuk memperoleh sertifikasi, memproduksi pesawat dalam skala besar, dan membangun model bisnis yang dapat menjangkau pasar secara luas. Kondisi tersebut membuat sejumlah perusahaan mulai melihat pasar pertahanan, logistik, dan pemerintahan sebagai sumber bisnis yang lebih dekat untuk dikembangkan.

Baca Juga  Pertamina Apresiasi Pembayaran Dana Kompensasi BBM oleh Pemerintah

Boeing Dapat Saham Hampir 20 Persen

Dalam struktur transaksi tersebut, Boeing akan menerima saham yang mewakili sekitar 19,75 persen saham Kelas A Archer sebelum transaksi ditutup.

Boeing juga memperoleh hak untuk menunjuk seorang anggota dewan direksi Archer. Kedua perusahaan selanjutnya akan menjalin kerja sama dan pertukaran teknologi, termasuk pengaturan yang mempertahankan akses Boeing terhadap teknologi inti penerbangan otonom Wisk untuk program komersial dan pertahanan.

The Wall Street Journal juga melaporkan kesepakatan tersebut menjadi bagian dari strategi Boeing di bawah CEO Kelly Ortberg untuk memusatkan perhatian pada bisnis inti perusahaan. Sementara itu, Archer memperoleh tambahan skala dan diversifikasi bisnis melalui masuknya tiga unit tersebut.

Transaksi Ditargetkan Rampung pada 2026

Jika seluruh proses persetujuan selesai sesuai rencana, transaksi ditargetkan ditutup sebelum akhir 2026.

Kesepakatan ini menandai langkah besar Archer di bawah Adam Goldstein. Perusahaan yang sebelumnya identik dengan ambisi menghadirkan taksi udara listrik kini memperluas bisnisnya ke ekosistem penerbangan yang mencakup pesawat otonom, drone, teknologi kecerdasan buatan, dan pengelolaan ruang udara.

Bagi Goldstein, akuisisi tersebut membuka jalan bagi Archer untuk menggabungkan pengembangan mobilitas udara masa depan dengan bisnis penerbangan dan pertahanan yang sudah memiliki aktivitas operasional.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *