Wamendag Roro Dorong Peluang Ekspor Indonesia Lewat Maroko ke Pasar Afrika dan Eropa

oleh
Dyah Roro Esti
Dyah Roro Esti

JAKARTA — Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong pelaku usaha Indonesia memanfaatkan Maroko sebagai pintu masuk untuk memperluas pasar ekspor ke Afrika, Eropa, dan kawasan Mediterania.

Upaya tersebut dilakukan pemerintah melalui penguatan hubungan perdagangan Indonesia-Maroko, termasuk menghidupkan kembali perundingan perjanjian perdagangan kedua negara. Pemerintah menargetkan proses perundingan dapat kembali bergerak dan memberikan manfaat lebih besar bagi dunia usaha.

Dalam pemberitaan RRI, Roro mengatakan posisi geografis Maroko memberikan peluang strategis bagi produk Indonesia untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Sejumlah komoditas Indonesia dinilai masih memiliki potensi untuk dikembangkan di pasar Maroko. Produk tersebut antara lain crude palm oil (CPO) dan turunannya, besi dan baja setengah jadi, amonia, serta udang beku.

   
Baca Juga  Jajaki Peluang Baru Sektor Hulu Migas, BUMN Energi Tanzania Gandeng Pertamina

“Indonesia siap bekerja secara konstruktif bersama Maroko untuk mempercepat proses ini,” kata Roro, seperti dikutip RRI dari Antara.

Perdagangan Terus Tumbuh

Peluang tersebut didukung perkembangan perdagangan bilateral yang menunjukkan tren positif.

Data Kementerian Perdagangan mencatat total perdagangan Indonesia dan Maroko mencapai US$235 juta pada 2025, meningkat sekitar 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Januari-Mei 2026, nilai perdagangan bilateral mencapai US$158,1 juta.

Pada 2025, ekspor Indonesia ke Maroko mencapai US$154,9 juta. Produk yang dikirim antara lain kopi, ban pneumatik, lemak dan minyak hewani maupun nabati, margarin dan produk olahan makanan, serta batu bara.

Sementara impor Indonesia dari Maroko mencapai US$80,1 juta, terutama berupa pupuk nitrogen dan fosfat, aluminium mentah, pakaian wanita, serta sejumlah bahan baku industri. Dengan angka tersebut, Indonesia mencatat surplus perdagangan sekitar US$74,8 juta pada 2025.

Baca Juga  Dukung Satu Tahun Pemerintahan, Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Transformasi

Maroko Jadi Jembatan ke Pasar Lebih Luas

Pemerintah melihat hubungan dagang dengan Maroko tidak sebatas transaksi ekspor-impor kedua negara. Posisi Maroko dinilai dapat menjadi jembatan bagi perusahaan Indonesia untuk masuk ke pasar Afrika dan kawasan sekitarnya.

Sebaliknya, Indonesia memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk bagi produk Maroko menuju pasar ASEAN dan kawasan Indo-Pasifik.

Penguatan akses pasar juga diharapkan berjalan seiring dengan kerja sama di sektor investasi dan peningkatan keterlibatan pelaku usaha kedua negara.

Baca Juga  Kobarkan Semangat Kemerdekaan, PAG Gelar Upacara HUT ke-81 RI Libatkan Pelajar dan Mitra di Lingkungan Arun

Kementerian Perdagangan menyebut investasi langsung Maroko di Indonesia meningkat dari sekitar US$1,4 juta pada 2024 menjadi US$5,4 juta pada 2025. Secara kumulatif sepanjang 2021-2025, investasi Maroko di Indonesia mencapai sekitar US$8,4 juta dalam 122 proyek.

Pemerintah Indonesia dan Maroko juga telah melakukan reaktivasi perundingan perjanjian perdagangan pada 27 Agustus 2026. Dalam momentum tersebut, Indonesia kembali menegaskan kesiapan melanjutkan pembahasan secara konstruktif dan mengajak pemerintah serta pelaku usaha Maroko berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia 2026.

Bagi pelaku usaha Indonesia, penguatan hubungan dengan Maroko membuka peluang untuk tidak hanya meningkatkan penjualan di pasar Afrika Utara, tetapi juga memperluas jangkauan produk nasional menuju pasar global.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *