BREBES — Pemerintah Kabupaten Brebes mendorong perusahaan di daerah ikut memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu. Salah satunya dengan mengarahkan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR PT Indorasaprima Fortuna Perkasa (IRP) untuk mendukung program Satu Keluarga Satu Sarjana.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengatakan keterlibatan perusahaan diperlukan agar program pendidikan tersebut dapat menjangkau lebih banyak keluarga yang belum memiliki anggota keluarga berpendidikan sarjana.
Program Satu Keluarga Satu Sarjana dirancang untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Pemerintah daerah menilai dukungan sektor swasta dapat memperluas manfaat program karena kemampuan anggaran daerah memiliki keterbatasan.
“Program Satu Keluarga Satu Sarjana adalah instrumen utama kita untuk memutus mata rantai kemiskinan secara permanen,” kata Paramitha seperti dikutip Pantura Post.
Menurut dia, dukungan CSR PT IRP diharapkan diarahkan untuk pembiayaan pendidikan tinggi, terutama bagi anak-anak pekerja dan petani lokal yang memiliki prestasi tetapi terkendala biaya.
Dengan skema tersebut, anak dari keluarga buruh maupun petani berpeluang memperoleh dukungan biaya kuliah hingga menyelesaikan pendidikan sarjana.
Investasi Diharapkan Beri Dampak bagi Warga
Dorongan terhadap CSR tersebut disampaikan seiring kehadiran investasi PT IRP di Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Brebes. Perusahaan bergerak di bidang manufaktur pangan dan telah beroperasi di wilayah tersebut.
Pemkab Brebes berharap keberadaan perusahaan tidak hanya memberikan aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
Paramitha meminta penyerapan tenaga kerja lokal menjadi perhatian, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedesaan Tonjong. Pemerintah daerah juga mendorong agar rantai pasok perusahaan terhubung dengan petani dan pelaku UMKM lokal.
Jagung hasil pertanian masyarakat menjadi salah satu komoditas yang diharapkan dapat masuk dalam rantai pasok industri. Dengan demikian, manfaat investasi tidak hanya dirasakan melalui lapangan kerja, tetapi juga dari aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar perusahaan.
Pendidikan Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan
Program Satu Keluarga Satu Sarjana sebelumnya telah dijalankan Pemkab Brebes melalui skema bantuan pendidikan. Pada 2025, sebanyak 480 mahasiswa dari keluarga tidak mampu tercatat mengikuti program tersebut.
Pemerintah daerah ketika itu mengalokasikan bantuan sebesar Rp4 juta per mahasiswa per tahun. Program tersebut ditujukan bagi keluarga yang belum memiliki anggota keluarga lulusan sarjana.
Penguatan program melalui kolaborasi dengan sektor swasta diharapkan dapat meningkatkan jumlah penerima manfaat.
Bagi keluarga kurang mampu, dukungan pembiayaan pendidikan tinggi menjadi faktor penting untuk membuka kesempatan anak melanjutkan studi tanpa menambah beban ekonomi keluarga.
Selain pendidikan, Pemkab Brebes juga meminta investasi di Tonjong memperhatikan aspek lingkungan. Pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup melakukan penilaian terhadap pemenuhan persyaratan teknis, termasuk pengelolaan air limbah, emisi udara, dan limbah bahan berbahaya dan beracun sebelum kegiatan industri berjalan penuh.
Dengan demikian, Pemkab Brebes mengarahkan kehadiran investasi agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, mulai dari kesempatan kerja, keterlibatan petani dan UMKM hingga peningkatan akses pendidikan tinggi.(*)





