Suahasil Nazara Gantikan Purbaya sebagai Menkeu, Tantangan Fiskal Menanti

oleh
IMG 6034

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto resmi mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, Senin (14/9/2026). Pergantian tersebut menempatkan kembali sosok yang telah lama berada di lingkungan Kementerian Keuangan untuk mengawal kebijakan fiskal pemerintah.

Suahasil dilantik Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, untuk mengisi jabatan Menteri Keuangan dalam sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.

Pengangkatan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 97-P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam Sisa Masa Jabatan 2024-2029.

Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Ia pertama kali dipercaya menjadi Wamenkeu pada pemerintahan Presiden Joko Widodo pada 2019 dan kembali menduduki posisi tersebut dalam pemerintahan Presiden Prabowo sejak Oktober 2024.

   
Baca Juga  Menhaj Perkenalkan Aplikasi Haji & Umrah Store untuk Kebutuhan Haji dan Umrah

Dengan pengalaman tersebut, Suahasil kini menghadapi tantangan untuk menjaga kesinambungan pengelolaan keuangan negara sekaligus menerjemahkan agenda ekonomi pemerintah ke dalam kebijakan fiskal.

Menjaga Kredibilitas APBN

Salah satu perhatian utama yang menanti Suahasil adalah menjaga kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dalam pernyataan setelah pelantikan, Suahasil menekankan pentingnya menjaga kredibilitas APBN serta mempertahankan defisit fiskal di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Kondisi fiskal tersebut memiliki dampak langsung terhadap kemampuan pemerintah membiayai berbagai program publik, termasuk pembangunan infrastruktur, perlindungan sosial, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan program peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, pergantian Menteri Keuangan tidak hanya menyangkut perubahan figur di jajaran kabinet. Kebijakan yang diambil Kementerian Keuangan akan menentukan ruang fiskal pemerintah dalam menjalankan berbagai program prioritas.

Baca Juga  Buka IPA Convex, Menteri Arifin Uraikan Upaya Subsektor Migas Dukung Transisi Energi

Purbaya Berakhir Setelah Setahun

Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang menjabat Menteri Keuangan sejak 8 September 2025.

Purbaya sebelumnya ditunjuk menggantikan Sri Mulyani Indrawati dan menjalankan kebijakan fiskal pemerintah selama sekitar satu tahun. Purbaya juga masih menghadiri rapat kerja dengan DPD RI pada Senin siang sebelum posisinya digantikan Suahasil.

Pergantian tersebut menjadi bagian dari perubahan terbaru dalam Kabinet Merah Putih.

Reuters melaporkan pergantian Menteri Keuangan terjadi di tengah perhatian investor dan analis terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia, termasuk persoalan nilai tukar, defisit fiskal, serta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.

Namun, pemerintah belum menyampaikan secara resmi alasan spesifik Presiden Prabowo mengganti Purbaya dengan Suahasil.

Pengalaman Suahasil Jadi Modal

Suahasil bukan figur baru dalam pengelolaan fiskal. Sebelum menjadi Wakil Menteri Keuangan, ia pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.

Baca Juga  Wujudkan Informasi Nilai Tanah bagi Pembangunan Wilayah, Kementerian ATR/BPN Sosialisasikan Aplikasi SIPENTA

Pengalaman tersebut membuat Suahasil memiliki rekam jejak langsung dalam perumusan kebijakan fiskal sebelum kemudian menduduki posisi wakil menteri.

Kementerian Keuangan juga mencatat Suahasil sebelumnya bekerja bersama Purbaya dalam jajaran pimpinan Kementerian Keuangan. Pada awal 2026, misalnya, Suahasil masih menjalankan tugas sebagai Wamenkeu dan terlibat dalam koordinasi kebijakan fiskal dengan Menteri Keuangan.

Kini, pengalaman tersebut akan diuji ketika Suahasil harus mengambil keputusan sebagai pengambil kebijakan utama di bidang keuangan negara.

Bagi masyarakat, arah kebijakan Menteri Keuangan akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan bagaimana pemerintah menjaga stabilitas ekonomi, mengelola anggaran negara, dan memastikan program prioritas tetap memiliki dukungan pembiayaan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *