Danantara Bidik Investasi Rp536 Triliun, Peluang Usaha dan Lapangan Kerja Jadi Sorotan

oleh
IMG 3932
Rosan P Roeslani.

JAKARTA — Danantara Indonesia mendukung penyelenggaraan New Asia Forum di Bali pada 3–4 Desember 2026 dengan target investasi sebesar 30 miliar dolar AS atau sekitar Rp536 triliun. Forum tersebut diharapkan membuka peluang pengembangan usaha dan investasi di berbagai sektor ekonomi, termasuk sektor yang berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja.

Target investasi tersebut ditujukan untuk kawasan Asia, bukan hanya Indonesia. Nilainya juga masih berupa sasaran penghimpunan investasi, bukan dana yang telah terealisasi.

Sebagaimana diberitakan Kompas.com, Minggu (11/10/2026), New Asia Forum dirancang menjadi wadah pertemuan investor global, pelaku usaha, dan pembuat kebijakan untuk mendorong kerja sama ekonomi jangka panjang.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan forum tersebut akan mempertemukan sumber pendanaan internasional dengan berbagai peluang investasi di Indonesia dan kawasan sekitarnya.

   

Dalam keterangan yang juga dilaporkan ANTARA, Rosan menyatakan bahwa New Asia Forum dirancang untuk menghubungkan modal global jangka panjang dengan proyek investasi yang berkembang di kawasan Asia.

Baca Juga  Konsep Bijak Garam Ajinomoto Bantu Perpanjang Harapan Hidup Sehat Masyarakat Indonesia

Danantara Indonesia berperan sebagai mitra pendiri forum, sedangkan penyelenggara kegiatan adalah Richard Attias & Associates.

Delapan Sektor Investasi Jadi Fokus

New Asia Forum akan memprioritaskan delapan sektor strategis, yakni sumber daya strategis dan hilirisasi, energi dan ketenagalistrikan, mobilitas dan manufaktur maju, infrastruktur digital dan kecerdasan buatan, pangan dan agribisnis, perdagangan dan konektivitas, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

Berdasarkan pemberitaan iNews, forum tersebut diarahkan untuk mempertemukan pemilik modal dengan peluang proyek yang telah dipersiapkan sehingga pembahasan investasi dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama konkret.

Sejumlah sektor tersebut memiliki keterkaitan dengan kegiatan ekonomi masyarakat.

Investasi di sektor pangan dan agribisnis, misalnya, berpotensi melibatkan pelaku usaha pertanian dan rantai distribusi. Sementara itu, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif dapat membuka peluang bagi usaha lokal apabila proyek yang direncanakan benar-benar direalisasikan.

Baca Juga  Peluang 2023, ID FOOD Optimalisasi Aset Non Core Business

Meski demikian, penyelenggara belum mengumumkan rincian jumlah lapangan kerja yang akan tercipta maupun nilai investasi khusus untuk Indonesia.

Bali Jadi Tempat Pertemuan Investor Global

Penyelenggaraan perdana New Asia Forum dijadwalkan menghadirkan lebih dari 1.000 pemimpin, lebih dari 100 pembicara, serta lebih dari 40 sesi pertemuan selama dua hari.

Peserta yang direncanakan hadir meliputi perwakilan pemerintah, investor institusional, pengelola dana investasi, dan pimpinan perusahaan internasional.

Forum tersebut akan berlangsung dengan sistem undangan terbatas.

Pemilihan Bali sebagai lokasi penyelenggaraan menempatkan Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan investasi internasional yang membahas berbagai peluang pertumbuhan ekonomi kawasan.

Namun, dampak langsung kegiatan terhadap pendapatan pelaku usaha lokal di Bali belum dapat dipastikan karena penyelenggaraan forum masih dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang.

Danantara Dorong Kemitraan Jangka Panjang

Rosan menyampaikan bahwa keterlibatan Danantara Indonesia merupakan bagian dari upaya membangun kemitraan investasi yang menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang.

Baca Juga  Hankook Tire Raih CSR Award 2024 dari Pemerintah Kabupaten Bekasi atas Komitmen dalam Pengentasan Stunting

Sementara itu, pendiri sekaligus Chairman Richard Attias & Associates, Richard Attias, menilai peran Asia dalam perekonomian dunia terus berkembang, termasuk dalam menentukan arah penempatan modal internasional.

Menurut data Dana Moneter Internasional (IMF) yang dikutip penyelenggara, kawasan Asia Pasifik menyumbang hampir 60 persen pertumbuhan ekonomi global pada 2025.

Besarnya kontribusi tersebut menjadi salah satu alasan penyelenggara mendorong peningkatan aliran investasi jangka panjang ke kawasan Asia.

New Asia Forum tidak hanya diarahkan sebagai ajang diskusi ekonomi, tetapi juga sebagai sarana mempertemukan investor dengan proyek yang dinilai siap memperoleh pendanaan.

Meski menargetkan investasi hingga 30 miliar dolar AS, keberhasilan forum masih akan bergantung pada tercapainya kesepakatan, realisasi pendanaan, dan pelaksanaan proyek setelah kegiatan berlangsung.

Bagi masyarakat, dampak ekonomi dari forum tersebut baru dapat dinilai lebih lanjut apabila investasi yang direncanakan berkembang menjadi kegiatan usaha, peningkatan produksi, dan kesempatan kerja yang nyata.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *