PTK Tebar Oil Boom, Gerak Cepat Bantu KMP Batumandi di Perairan Selat Sunda

oleh
c765c161 51d3 4a77 a9a4 e7dc7d0eb68e
Ilustrasi kapal tug boat sedang melakukan kegiatan penanggulangan api, menjadi salah satu keunggulan tug boat PTK saat melakukan pelayanan maritim.

JAKARTA – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) bergerak cepat membantu pemadaman api serta memitigasi risiko lingkungan kelautan, saat terlibat pada penanganan insiden kapal motor penumpang (KMP) Batumandi di perairan Selat Sunda, Selasa 20 Oktober 2026. Dengan mengerahkan Tim Tanggap Darurat Operasional Marine Tanjung* Sekong dan Marine Tanjung Gerem, PTK mengamankan wilayah di sekitar lokasi kejadian.

Setelah mendapat informasi kejadian, Amran Reza Vice President Legal & Relations PTK, mengatakan, Tim Marine PTK sigap menuju lokasi dan selain membantu evakuasi, juga mengisolasi lokasi pada area tersebut dengan deployment (penggelaran) oil boom atau alat khusus berbentuk penghalang terapung di permukaan air. Oil Boom digunakan untuk membatasi penyebaran tumpahan dan melindungi area sensitif di sekitar lokasi kejadian, dengan mengelilingi KMP Batumandi. Hal ini merupakan upaya mitigasi apabila terdapat potensi ceceran bahan bakar supaya tidak meluas ke area di luar badan kapal, terutama selama proses penanganan berlangsung.

Baca Juga  Sembilan Orang Hilang Pada Peristiwa Banjir Bandang dan Longsor di Bandung Barat

Amran mengungkapkan, keterlibatan unit operasional maritim merupakan bagian dari implementasi standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) PTK serta komitmen nyata perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan maritim.

“Kami turut prihatin dengan insiden yang terjadi di Selat Sunda. Berdasarkan koordinasi dengan pihak yang berwenang, terlebih karena lokasi kejadian berdekatan dengan operasional PTK, maka Tim PTK dari Marine Tanjung Sekong dan Marine Tanjung Gerem segera bersiaga dan merespon ke lokasi kejadian. Sejak Selasa (20/10) sore hingga saat ini, Tim Marine PTK masih berada di sekitar wilayah tersebut dengan perlengkapan HSSE kemaritiman,” jelas Amran.

   
Baca Juga  Gerindra Minta Kementerian PUPR Perbanyak Tempat Pengolahan Sampah Terpadu

Amran mengungkapkan, beberapa perlengkapan yang sudah disiapkan oleh PTK antara lain 11 Oil Boom tipe permanen dengan total panjang 265 meter, 4 Oil Boom tipe Sea Boom, serta Personel Oil Spill Response. Selain itu, 1 kapal tug boat beserta kru, serta kru Marine dan kru kapal lainnya.

Amran menambahkan, sinergi tim gabungan berfokus pada penuntasan pemadaman badan kapal, pengawasan stabilitas bentangan oil boom, serta penjagaan status siaga armada dan personel PTK diu lokasi kejadian.

Baca Juga  Geger, CERI Temukan Fakta Harga LNG Impor Pertamina Lebih Murah dan Malah Untungkan Negara

“Kesiapsiagaan dan aspek HSSE merupakan wujud komitmen PTK dalam turut menjaga sektor kemaritiman. PTK juga mengapresiasi gerak cepat dari berbagai otoritas maritime dan instansi terkait, sehingga evakuasi penumpang dan kru kapal berjalan lancar, serta upaya pemulihan di lokasi berjalan aman dan terpadu,” ungkap Amran.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *