Gojek Bekali Mitra Driver Bali Keterampilan Bermedia Sosial, Tekankan Privasi Pelanggan

oleh
IMG 6394
PrintIM

DENPASAR — Mitra pengemudi ojek daring kini tidak hanya berinteraksi dengan pelanggan di jalan, tetapi juga berpotensi membagikan pengalaman mereka melalui media sosial. Untuk mendukung kreativitas tersebut, Gojek berkolaborasi dengan Subdirektorat V Siber Polda Bali menggelar pelatihan bermedia sosial secara bijak di Denpasar, Selasa (27/10/2026).

Pelatihan bertajuk “Bijak Bermedia Sosial, Jaga Privasi Penumpang” itu merupakan bagian dari kampanye #AmanBersamaGojek. Peserta mendapatkan materi dan praktik membuat konten yang menarik, aman, bertanggung jawab, serta memperhatikan aturan dan etika.

Berdasarkan laporan Bali Politika pada 27 Oktober 2026, materi pelatihan mencakup pentingnya meminta persetujuan sebelum merekam atau mengunggah konten yang melibatkan pelanggan, menjaga data pribadi, memverifikasi informasi, dan memastikan aktivitas pembuatan konten tidak mengganggu keselamatan berkendara.

Baca Juga  Laksanakan Closing Project Financing, Pertamina Dapatkan USD 3,1 Miliar untuk Pendanaan Proyek RDMP Kilang Balikpapan

Head of Corporate Affairs Gojek, Rosel Lavina, mengatakan pelatihan tersebut diharapkan mendukung kreativitas mitra pengemudi sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan pelanggan, baik selama perjalanan maupun di ruang digital.

   

Menjelang libur akhir tahun, Rosel juga mengingatkan mitra pengemudi agar tetap mengutamakan keselamatan, menghormati privasi pelanggan, dan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, terutama di destinasi wisata seperti Bali.

Materi pembuatan konten disampaikan oleh praktisi media sosial Gede Adrian Maha Putra, yang dikenal melalui akun Balinggih. Ia membagikan pengetahuan mengenai pembuatan konten yang beretika dan sesuai dengan kultur budaya Bali.

Baca Juga  Tertinggi dalam Sejarah, PTBA Raih Laba Bersih Rp 12,6 Triliun

Sementara itu, Alves Godino, mitra Gojek sekaligus Duta Safety Riding Gojek di Bali, menekankan bahwa kreativitas digital perlu berjalan seiring dengan tanggung jawab dalam memberikan layanan.

“Konten yang baik bukan hanya menarik, tetapi juga bisa mengedukasi. Kita tetap bisa berkarya dan berbagi konten di media sosial tanpa mengesampingkan keselamatan,” ujar Alves, sebagaimana dikutip Bali Politika.

Ia menambahkan, tanggung jawab utama mitra pengemudi adalah memastikan pelanggan merasa aman dan nyaman selama perjalanan.

Dari sisi kepolisian, I Wayan Sawendo Eko Wijana dari Subdit V Siber Polda Bali menekankan bahwa perekaman dan penyebaran konten yang melibatkan orang lain harus menghormati hak serta privasi mereka. Ia mengapresiasi pelatihan tersebut sebagai upaya meningkatkan kesadaran mitra pengemudi dalam beraktivitas, baik di jalan maupun di ruang digital.

Baca Juga  Berdayakan Masyarakat Dengan Energi Bersih, Kilang Pertamina Plaju Jadi "Winner" di Ajang Bergengsi World Petroleum Council Excellence Awards 2023

Edukasi ini relevan dengan aktivitas mitra pengemudi yang dapat bersinggungan dengan informasi pribadi pelanggan, seperti wajah, percakapan, lokasi penjemputan, dan tujuan perjalanan. Karena itu, persetujuan sebelum mengunggah konten yang menampilkan pelanggan menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga privasi.

Gojek menyatakan kampanye #AmanBersamaGojek akan terus mendorong kolaborasi dengan mitra pengemudi, kepolisian, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung layanan mobilitas yang aman dan nyaman serta menjaga citra pariwisata Bali.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *