Indonesia Perlu Pemimpin yang Bijak dan Perkasa Seperti Ki Semar dan Maha Patih Gajah Mada

oleh
EDB4942E A205 4C56 8E7B CE1E9E794ECA

SOSOK Ki Semar dan Maha Patih Gajah Mada ada pada sosok Eko Sriyanto Galgendu, salah satu pemimpin spiritual Indonesia yang tak pernah lelah terus mengobarkan semangat kebangkitan kesadaran dan pemahaman spiritual bagi bangsa Indonesia untuk kemudian mempersatukan bangsa-bangsa di dunia.

Cita-cita besar ini telah dimulai oleh Ketua Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia (GMRI) sekaligus Ketua Forum Lintas Agama sebagai kelanjutan dari gagasan Bersama Gus Dur dan Susuhunan Mangku Negoro XII, serta Habib Khirzin bersama sejumlah tokoh agama Budha serta Hindu di Indonesia.

   

Gagasan bersama ini tertuang dalam akte notaris sejak beberapa tahun silam, semasa sejumlah tokoh tersebut masih hidup. Atas dasar itu pula, Eko Sriyanto Galgendu terus berjuang, karena memegang amanah dari para tokoh tersebut, tidak cuma secara lisan, tetapi tertuang secara secara resmi tertulis dalam akte notaris. 

“Hanya saja karena keterbatasan dalam banyak hal, semua berjalan semampu saya saja,” kata Eko Sriyanto Galgendu pada suatu kesempatan ngobrol santai bersama di Rumah Makan Ayam Ancur yang dikelolanya hingga kini sampai memiliki sejumlah counter di berbagai tempat.

Sebagai pengusaha kuliner yang terbilang sukses, Rumah Makan Ayam Ancur yang diawalinya dari Jalan Juanda Raya Jakarta Pusat ini telah memiliki sejumlah cabang dengan 16 armada mobil toko yang berada di berbagai lokasi strategis.

Namun semangat dan gairahnya untuk terus membangkitkan kesadaran dan pemahaman spiritual bangsa Indonesia agar memimpin dunia dalam arti budaya atau perdadaban baru di masa mendatang, terus dilakukannya seperti tiada lelah.

Setidaknya, hikmah dari pergulatannya menekuni laku spiritual telah memberinya banyak teman dari berbagai kalangan. Mulai dari pengusaha hingga pejabat tinggi sipil maupun militer. 

Tentu saja yang tidak kalah banyak adalah para tokoh agama-agama yang ada di Indonesia serta dari kalangan keraton – Raja dan Ratu, Sultan maupun Susuhunan – karena jauh sebelumnya dia telah akrab dan karib menjadi sosok orang kepercayaan Paku Buwono XII. 

Bahkan Sultan Ternate Mudafarsyah (Almarhum) sangat familiar, hingga penulis sendiri mendapat perlakuan khusus dari Raja Ternate yang sangat disegani itu atas referensi atau rekomendasi Eko Sriyanto Galgendu.

Dari para raja ini pula Eko Sriyanto Galgendu dapat pengakuan punya kemampuan khusus berbahasa bumi dari Sultan Ternate. Sebutan untuk Guru Mahadewa dari Sultan Saladin Cirebon, dan reinkarnasi dari sosok Maha Patih Gajah Mada oleh penulis sejarah “Palagan Cirebon” Sri Pasifik. 

Lelaki kelahiran Solo 18 Juli 1967 ini wajar meyakini bila  Indonesia akan menjadi pusat dari gerakan kebangkitan kesadaran dan pemahaman spiritual di dunia yang mampu membangun peradaban baru. 

“Peluang Indonesia untuk menjadi pusat pengembangan peradaban serta pusat kajian dan pengembangan ilmu pengetahuan dari laku sebagai konsep gerakan yang beragam macam studi atau kajian spiritual sungguh sangat amat potensial.” Ujar Pengamat Pendidikan bunda Yulia Lahudra S.Pd MM PhD., Senin (39/11) pagi di Jakarta. 

Untuk itu semua, dia pun merasa lebih dari cukup mengandalkan pembiayaannya dari hasil usaha kulinernya yang kini mulai ditangani oleh sang istri, Dyah Sutjiningtyas dengan trade mark RM Ayam Ancur dan Soto Gubeng yang disandingkan dengan menu sate bumbu kacang mete dan menu tengkleng khas Solo sejak tahun 2005 silam. 

Sekarang, ketika bisnis kulinernya sudah maju, Eko Sriyanto Galgendu berbagi dengan Emak-emak untuk menularkan bisnis kelinernya kepada masyarakat.

Jiwa wira-usahanya itu dikemas melalui program Wiramas (Wirausaha Masyarakat) yang memiliki sejumlah warung makan percontohan di Jakarta Pusat.

Kebersamaan Eko Sriyanto Galgendu dengan Gus Dur dan Susuhunan Paku Buwono XII setidaknya telah terjalin sejak meluncurkan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP). Namun jauh  sebelum itu dia telah menjadi Ketua Lintas Agama di kota kelahiranya, Solo.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *