Sinergi dengan Pelindo, Brantas Abipraya Mengembangkan Pelabuhan Benoa di Bali

oleh
3ADB0D26 18AE 4DF8 B706 14CCCCAA5D2C

JAKARTA, URBANNEWS.ID – PT Brantas Abipraya (Persero) terus menunjukkan komitmennya sebagai salah satu perusahaan konstruksi milik negara yang selalu membangun Indonesia melalui karya konstruksinya yang mumpuni. 

Tak hanya lihai dalam pembangunan bendungan, bangunan, jalan dan jembatan, bersama Pelindo sebagai pemberi kerja, Brantas Abipraya menunjukkan kinerja terbaik konstruksinya melalui proyek pengembangan Pelabuhan Benoa di Bali.

“Kami memulai pengerjaan pertengahan tahun ini (Juni, 2021) dan ditargetkan selesai hingga masa pemeliharaan pada 2023 mendatang. Pengerjaan pengembangan Pelabuhan Benoa ini dapat turut meningkatkan pelayanan pariwisata nasional,” ujar Miftakhul Anas selaku Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.

Baca Juga  Wakil Ketua DPR Tegaskan Masalah Konsumen Meikarta Tak Boleh Dibiarkan

Dalam pengembangannya, Brantas Abipraya dipercaya Pelindo untuk melakukan Design & Build Pekerjaan Revetment & Retaining Wall Area Pengembangan 1. 

   

Sebagai informasi tambahan, revetment adalah berupa struktur pelindung yang dibangun sebagai penahan gempuran gelombang yang berfungsi sebagai proteksi terhadap area pelabuhan. Berfungsi untuk memperkuat tepi area pelabuhan agar tidak tergerus karena ombak, diharapkan dengan rampungnya pengerjaan ini dapat menghindarkan adanya pengikisan tepi area pelabuhan.

Pembangunan pengembangan Pelabuhan Benoa yang digarap Brantas Abipraya ini dilaksanakan selama 350 hari kalender untuk jangka waktu pelaksanaan dan 354 hari kalender untuk jangka waktu pemeliharaan. 

Baca Juga  Kuliah Umum di USU, LaNyalla Jabarkan Dampak Perubahan Fundamental UUD 1945

Masuk menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), Pelabuhan Benoa telah masuk dalam Program Pengembangan Superhub sesuai amanat Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 109 tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.

Sebagai salah satu BUMN konstruksi yang turut andil dalam pembangunan pelabuhan yang masuk dalam konsep Bali Maritime Tourism Hub (BMTH), Brantas Abipraya optimistis dapat menyelesaikan proyek ini tepat waktu dengan mengutamakan kualitas mutu, pelayanan dan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

Baca Juga  Prabowo dan Cak Imin Bakal Datang Bareng ke KPU, Dasco: Gerindra dan PKB Kompak Songsong Pemilu 2024

“Ya, K3 selalu menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan proyek kami, apalagi di saat pandemi ini, penerapan disiplin protokol kesehatan selalu dilakukan guna mengantisipasi penyebaran COVID-19 di proyek-proyek Brantas Abipraya. Langkah pencegahan juga dijalankan seperti dengan selalu memantau kesehatan para tenaga kerja di proyek, memonitor dengan aplikasi AYO SEHAT yang telah kami kembangkan tahun 2020, untuk mendeteksi tingkat risiko tertular COVID-19,” tutup Anas.(hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *