JAKARTA – DPP TEKAB menyatakan tidak puas pada hasil pertemuan perwakilan ojek online (Ojol) yang hanya diterima oleh perwakilan Biro Ekonomi Pemprov DKI Jakarta di Gedung H lantai 12.
“Rencana kami akan membawa ribuan pengemudi ojek online ke Kementerian Perhubungan dan Pemprov DKI agar tindakan tegas diberikan kepada Kasudinhubdat DKI Jakarta Erwansyah yang telah menganggap enteng Surat Klarifikasi TEKAB yang dikirim per Sabtu (12/2/2022)pagi,” jelas Kadiv Hukum LBH TEKAB Suta Widhya SH, Jumat (18/2/2022) pagi di Mako TEKAB, Jalan Kodam Raya 6A, Jakarta Pusat.
Ketua Umum TEKAB Ari Nurprianto SH MKn meminta jajaran pengurus TEKAB agar tidak pernah lengah dengan hasil demo dan pertemuan dengan pihak Biro Ekonomi Pemprov DKI Jakarta yang diwakili oleh Simarmata.
Menurut Suta, saat berlangsung demo yang berlangsung Kamis (17/2/2022), terlihat barisan polisi yang memakai APD berwarna putih. Kesan kondisi gawat baru kali ini terlihat dalam aksi per Kamis (17/2/2022). Biasanya hanya dikawal oleh aparat kepolisian dengan pakaian seragam seperti biasa saja.
“Alasan adanya PPKM sulit diterima oleh kawan-kawan. Mungkin mereka merasa sudah divaksin dua kali, namun mengapa masih ada kekhawatiran sebab virus Omicron?” tanya Suta.
Suta mengatakan, saat ini konsolidasi tengah dibangun oleh TEKAB demi mempersiapkan aksi yang lebih besar lagi. Diperkirakan ribuan orang peserta aksi akan melakukan aksi massa untuk menunggu keadilan.
“Para pengemudi Ojol tidak terima disamakan dengan lalat yang mengerubungi ikan busuk. Ini komparasi yang tidak patut diucapkan oleh pemimpin manapun. Bayangkan saja ada orang bicara dengan konotasi “daerah jauh” dengan mengucapkan “tempat jin buang anak” saja saat ini dikenai proses hukum. Apalagi dengan komparasi yang kasar dan kurang beretika, apakah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih berdiam diri saja?” tanya Suta menutup keterangannya.(hen)

