KEDATANGAN Anies Baswedan ke Pekanbaru pada 5 Desember 2022, mencuatkan hal yang perlu dikupas lebih mendalam. Selain sisi gegap gempita dukungan untuk mantan Gubernur DKI Jakarta itu, ada sisi lain yang menarik, khususnya untuk tataran lokal kita di Provinsi Riau.
Sisi menarik itu, jika boleh disebut, tentu sisi tentang andil Wakil Gubernur Riau Brigjen (Purn) Edy Afrizal Natar Nasution dalam menyukseskan kedatangan Anies Baswedan ke Riau.

Posisi strategisnya sebagai Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem Provinsi Riau agaknya tak bisa kita pandang sebelah mata. Setidaknya, kalau boleh disebut, nama Edy Natar telah berkibar di antara kibaran nama Anies Baswedan.
Hal menarik yang juga perlu kita cermati dari rangkaian kunjungan Anies Baswedan ke Riau itu, barangkali mengenai kelincahan peran Edy Natar Nasution yang tak hanya mampu mengkonsolidasi Partai Nasdem, melainkan juga ternyata mampu menghadirkan tokoh lintas partai.
Sebut saja yang terlihat oleh kita di antaranya ada tokoh Partai Amanat Nasional, Tokoh Partai Keadilan Sejahtera dan Tokoh Partai Demokrat. Istimewanya pula, sosok tokoh-tokoh organisasi kemasyarakatan pun tak alpa menyambut kedatangan Anies Baswedan itu.
Berpijak dari evaluasi ringkas kita ini tentang peran Edy Natar Nasution dalam kunjungan bersejarah Anies Baswedan itu, seketika kita terbayang pada sebuah nama yang telah menorehkan jejak kemajuan peradaban di Bumi Lancang Kuning ini. Sosok itu, barangkali semua orang Riau tak lupa, Kaharuddin Nasution.
Jasa-jasa Kaharuddin Nasution diakui dan sekarang diabadikan menjadi nama salah satu jalan utama di Ibu Kota Provinsi Riau, Kota Pekanbaru. Kiprahnya dalam pembangunan di Pekanbaru khususnya, yang tak bisa dipungkiri adalah bagaimana beliau meletakkan pondasi penataan Kota Pekanbaru.
Sekedar menukil sedikit torehan sejarah, Kaharuddin Nasution lah yang merubah wajah Pekanbaru dari awalnya jalan-jalan mengikuti alur sungai-sungai yang ada, menjadi seperti pola Kota Pekanbaru sekarang ini.
Itu sekelumit goresan buah tangan Kaharuddin Nasution yang abadi di Provinsi Riau, terkhusus di Pekanbaru. Tanpa mengecilkan jasa-jasa Gubernur Riau setelah itu, tapi agaknya, gagasan Kaharuddin Nasution menjadi pondasi kemajuan Pekanbaru khususnya dan Riau umumnya.
Sekarang, munculnya nama Edy Natar Nasution dalam helat jamuan kedatangan Anies Baswedan ke Riau, agaknya telah membuat kita menjadi semakin lebih merindukan sosok Kaharuddin Nasution. Selain sama-sama bernama Nasution, kiprah Edy Natar saat ini, sudah lah pula layak untuk kita berikan amanah memimpin negeri penuh pengharapan ini.
Oleh sebab itu, tak salah kiranya kita memberikan acungan jempol kepada Brigjen (Purn) Edy Afrizal Natar Nasution dan memberikan amanah bagi beliau untuk memegang tampuk pemerintahan tertinggi di Provinsi Riau ini sebagai Gubernur Riau Periode 2024-2029.***
HM Nasir Day Nurdin SH MH
Tokoh Masyarakat Riau dan Kader Bela Negara
