
URBANNEWS.ID – Center For Budget Analysis (CBA) mengimbau Direktur Utama Perum Bulog, Komjen (Purn) Budi Waseso (Buwas) segera memperbaiki manajemen di lembaga yang dipimpinnya. Pasalnya, banyak beras yang menumpuk di gudang karena Bulog kesulitan dalam penyaluran.
“Manajemen di Bulog juga harus diperbaiki. Manajemen internal ada juga yang rusak. Tidak siap. Tidak ada koordinasi di antara tingkat internal maupun ekaternal,” ujar Direktur CBA yang juga Pengamat anggaran politik Uchok Sky Khadafi seperti dilansir Kantor Berita RMOL, Selasa (9/7).

Menurutnya, jika manajemen Bulog bagus, maka saat beras datang tidak akan kelabakan. Sebab, beras bisa dikelola dan disalurkan sehingga tidak menumpuk.
Sementara itu, Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi (Fitra), Misbah menilai kinerja Bulog cenderung menurun. Ini lantaran Bulog hanya fokus pada penyerapan ke dalam gudang, tetapi tidak bisa mendistribusikan beras.
Dia berharap, Presiden Joko Widodo mengevaluasi kinerja mantan Kabareskrim itu. Apalagi, belum ada inovasi menonjol yang ditunjukkan Buwas
Misbah berharap Jokowi segera mengevaluasi kinerja Buwas. Apalagi, Buwas belum memiliki inovasi ciamik dalam penyerapan beras.
“Mereka gagal mendistribusikan dan cenderung merugikan yang negara,” tegasnya.
Bulog berencana melepas 50 ribu ton cadangan beras pemerintah (CBP). Tujuannya untuk beras rusak karena terlalu lama disimpan di gudang.
“Upaya ini dilakukan untuk penyelamatan supaya beras tidak busuk di gudang,” kata Buwas.
Beras tersebut akan dilepas sebagai beras komersial dan kemudian diganti ke beras baru untuk kembali dijadikan CBP.
Sementara itu, belum lama ini, Budi Waseso mengakui ada kendala penyaluran.
Menurut Buwas, sisa daerah penyaluran yang diberikan kepada Bulog juga daerah yang sulit terjangkau dalam distribusi. Misalnya, seperti di Wamena dan Papua.
“Jadi yang pakai motor atau ojek atau apa bahkan jalan kaki, itu yang mau dikasih sama Bulog,” kata mantan Kepala Badan Narkotika Nasional ini.(rmoljabar.com)
