Komnas HAM Dukung Pramuka Menjadi Duta Dialog Perdamaian

oleh
IMG 3198

KUBU RAYA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendukung penuh upaya pendidikan perdamaian di kalangan generasi muda melalui kegiatan Young Peace Builders Programme yang digelar oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalimantan Barat pada 18 Oktober 2025 lalu.

Kegiatan bertajuk Dialogue for Peace ini dilaksanakan di Graha Pramuka Kwarda Kalimantan Barat dan diikuti oleh Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat.

Baca Juga  Telkom Dukung Pemberdayaan Ex-Napiter Melalui Program Pelatihan Kewirausahaan

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, World Scout, Tamasek Foundation, dan Kaiciid Dialogue yang di fasilitasi Kwartir Daerah Kalimantan Barat. Tujuannya adalah membekali generasi muda dengan keterampilan berdialog dan kemampuan menyelesaikan konflik secara damai.

Menurut Lutfi, fasilitator kegiatan, program ini diharapkan dapat melahirkan “Pramuka Dialogis”, yakni pribadi yang terbuka, bijak, dan aktif menciptakan ruang dialog dalam setiap perbedaan.

   
Baca Juga  Hari Pahlawan, Dirut Pertamina Ajak Perwira Jadi Pejuang Ketahanan, Kemandirian dan Kedaulatan Energi

Ketua Kwartir Daerah Kalimantan Barat, Syarif Abdullah Al Kadri, dalam sambutannya menekankan pentingnya semangat persatuan dan kebangsaan sebagaimana telah diwariskan oleh Gerakan Pramuka sejak awal berdirinya.

“Gerakan Pramuka adalah alat pemersatu bangsa yang menumbuhkan semangat kebersamaan lintas suku, agama, dan golongan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Barat, Manto, yang mengingatkan agar generasi muda menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam menjaga kedamaian di Kalimantan Barat.

Baca Juga  Dukung Pendidikan Digital Inklusif, IOH Kembali Gelar Kelas Pendampingan Coding bagi Penyandang Disabilitas

Dari perspektif Komnas HAM, Kepala Sekretariat Komnas HAM Kalimantan Barat, Nelly Yusnita, menegaskan bahwa keberagaman merupakan bagian mendasar dari hak asasi manusia.

“Keberagaman adalah fondasi bagi masyarakat yang inklusif dan damai,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat menghargai dan melindungi sesama manusia, meskipun berbeda latar belakang, merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai HAM.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *