PEKANBARU – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), H. Muklisin, menghadiri pengukuhan Pengurus Ikatan Keluarga (IKA) Sentajo Raya Pekanbaru yang berlangsung di Aula PTPN V Pekanbaru, Sabtu (18/7).
Dalam sambutannya, Muklisin menyampaikan apresiasi atas terbentuknya IKA Sentajo Raya Pekanbaru sebagai wadah yang diharapkan dapat mempererat hubungan masyarakat asal Kecamatan Sentajo Raya yang menetap di Kota Pekanbaru.

“Keberadaan IKA Sentajo Raya diharapkan menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta menjaga kekompakan masyarakat Sentajo Raya di perantauan,” ujar Muklisin.
Ketua IKA Sentajo Raya Pekanbaru, Supriadi, S.Hut., mengatakan pengukuhan pengurus menjadi langkah awal organisasi dalam membangun kebersamaan dan memperkuat hubungan kekeluargaan antarwarga Sentajo Raya di Pekanbaru.
Menurut Supriadi, organisasi tersebut dibentuk untuk menjadi wadah silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi di antara masyarakat Sentajo Raya yang berada di perantauan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut, yang ditandai dengan kehadiran Plt Bupati Kuansing beserta jajaran pemerintah daerah.
Supriadi menambahkan, IKA Sentajo Raya Pekanbaru memperoleh dukungan dari sejumlah tokoh asal Sentajo Raya, di antaranya Prof. Suwardi, M.S., H. Taswin Yakub, mantan Bupati Kuantan Singingi Andi Putra, serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya.
“Dengan dukungan para tokoh tersebut, kami optimistis IKA Sentajo Raya akan menjadi organisasi yang solid, kuat, dan mampu memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya,” kata Supriadi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau.
Prosesi pengukuhan pengurus IKA Sentajo Raya Pekanbaru dipimpin oleh Ketua Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (IKKS) Pekanbaru, H. Raja Rusdianto.
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan warga Sentajo Raya yang berdomisili di Pekanbaru serta tamu undangan dari berbagai kalangan. Acara ditutup dengan penampilan kesenian tradisional Randai yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Kuantan Singingi.(*)





