JAKARTA — Masyarakat yang menghadiri TNI Fair 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, tidak hanya dapat melihat produk industri pertahanan dalam negeri, tetapi juga memperoleh layanan kesehatan, makanan gratis, dan paket sembako yang disediakan Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Layanan tersebut hadir bersamaan dengan pameran berbagai Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) produksi industri pertahanan nasional dalam kegiatan yang berlangsung pada 19–20 September 2026.
Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kemhan Marsdya TNI Yusuf Jauhari meninjau stan Kemhan pada Minggu (20/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung produk Alpalhankam yang dipamerkan kepada masyarakat.
Sejumlah produk industri pertahanan yang ditampilkan berasal dari PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, PT Pindad, PT Dahana, dan PT Len Industri.
Pameran tersebut menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenal perkembangan dan kapasitas industri pertahanan dalam negeri, termasuk produk yang dikembangkan untuk mendukung kebutuhan Alpalhankam nasional.
Ada Layanan Kesehatan Gratis
Di luar pameran produk pertahanan, stan Kemhan menyediakan layanan kesehatan bagi pengunjung melalui Badan Pemeliharaan dan Perawatan Pertahanan (Baharwathan) Kemhan.
Layanan yang tersedia antara lain pemeriksaan kesehatan, cek darah gratis, akupunktur, serta sejumlah layanan kesehatan lainnya.
Kehadiran fasilitas kesehatan tersebut memberikan alternatif layanan langsung bagi masyarakat yang datang ke kawasan Monas selama penyelenggaraan TNI Fair 2026.
Kemhan juga menyediakan makanan gratis dan paket sembako bagi masyarakat yang menghadiri kegiatan tersebut.
Dengan berbagai fasilitas itu, stan Kemhan tidak hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan industri pertahanan nasional, tetapi juga menjadi tempat interaksi langsung antara pemerintah dan masyarakat melalui layanan publik.
Edukasi Pertahanan untuk Masyarakat
TNI Fair 2026 sendiri digelar sebagai bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 TNI. Kegiatan tersebut menghadirkan pameran alutsista dan teknologi militer, informasi mengenai profesi prajurit dan pendaftaran TNI, simulator virtual reality, atraksi prajurit, hingga kegiatan sosial.
Kemhan menyatakan keterlibatan dalam TNI Fair menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi mengenai pertahanan negara sekaligus memperkenalkan perkembangan industri pertahanan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat melihat secara langsung produk pertahanan dalam negeri sekaligus memperoleh informasi mengenai perkembangan teknologi dan kemampuan industri pertahanan nasional.(*)





