BANGKALAN — Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menemui masyarakat dan anak yatim saat berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Amanah, Desa Basanah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Dalam kunjungan tersebut, Budiman berinteraksi dengan anak-anak yatim serta masyarakat setempat. Momen pertemuan itu menjadi bagian dari agenda melihat langsung kondisi masyarakat dan kebutuhan warga di lapangan.
Budiman menekankan bahwa pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya dilihat dari angka statistik. Menurut dia, kebutuhan dasar keluarga harus tetap terpenuhi, mulai dari makanan, listrik hingga akses pendidikan bagi anak-anak.
“Target pemerintah adalah memastikan dapur warga miskin tetap mengepul, lampunya tetap menyala, anak-anak tetap belajar dan berangkat sekolah,” kata Budiman saat berada di Bangkalan, Jumat, 25 September 2026.
Selain kebutuhan sehari-hari, Budiman menyoroti masa depan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Anak yang memiliki kemampuan dan prestasi, menurut dia, perlu mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
“Kalau ada anak-anak pintar dan punya kemampuan, mereka harus mendapatkan kesempatan untuk masuk perguruan tinggi negeri,” ujarnya.
Kunjungan tersebut juga diisi dialog dengan pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dari sejumlah kecamatan di Bangkalan. Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi BP Taskin untuk melihat persoalan masyarakat dari berbagai sisi, termasuk penguatan ekonomi di tingkat desa.
Budiman mengatakan upaya pengentasan kemiskinan tidak dapat hanya mengandalkan pemberian bantuan. Tata kelola, administrasi, perlindungan sosial, pendidikan dan penguatan ekonomi masyarakat perlu berjalan secara beriringan.
“Kami akan bekerja keras untuk memastikan dapur masyarakat tetap mengepul, tata kelola dan administrasi berjalan, perlindungan sosial bagi masyarakat miskin berjalan, serta pendidikan anak-anak dari keluarga miskin terus mendapatkan perhatian,” katanya.
Ia juga menekankan prinsip nobody should be left behind dalam agenda pengentasan kemiskinan. Menurut Budiman, masyarakat yang masih tertinggal harus memperoleh kesempatan untuk ikut bergerak maju.
Kunjungan ke Bangkalan dilakukan dengan menemui berbagai kelompok masyarakat, mulai dari orang tua, anak yatim, pekerja koperasi, masyarakat desa hingga para alim ulama.
Bagi BP Taskin, pertemuan langsung tersebut menjadi bagian dari upaya melihat kebutuhan masyarakat secara lebih nyata. Dengan demikian, agenda pengentasan kemiskinan tidak hanya berorientasi pada administrasi program, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan warga di tingkat lapangan.
Perhatian terhadap anak yatim dalam kunjungan tersebut juga memperlihatkan bahwa isu kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga kesempatan anak-anak untuk mendapatkan pendidikan dan membangun masa depan.(*)





