Warga Sorong Terima 325 Ribu Liter Bantuan Air Bersih di Tengah Kekeringan

oleh
5A87E08A E62E 45B8 9F26 ED587A18B86C 4 5005 c
Warga Sorong Terima 325 Ribu Liter Bantuan Air Bersih di Tengah Kekeringan

SORONG — Warga di wilayah Sorong Raya, Papua Barat Daya, masih membutuhkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi kekeringan. Bantuan air bersih yang disalurkan melalui tim anggota DPR RI Robert Joppy Kardinal dilaporkan telah mencapai 325 ribu liter.

Berdasarkan pemberitaan RRI Sorong, Jumat (9/10/2026), Robert Kardinal melalui timnya telah mendistribusikan sebanyak 65 tangki air bersih kepada masyarakat. Dengan kapasitas 5.000 liter per tangki, jumlah bantuan yang disalurkan mencapai 325 ribu liter.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan kelanjutan kegiatan yang telah dilakukan sejak September 2026 untuk membantu warga Kota Sorong dan Kabupaten Sorong yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Kebutuhan air untuk minum, memasak, dan keperluan rumah tangga menjadi perhatian utama dalam distribusi bantuan. Kondisi kemarau membuat sebagian masyarakat harus mencari sumber air alternatif atau membeli air untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

   

Dalam pemberitaan sebelumnya pada 8 September 2026, RRI melaporkan tim Robert Kardinal telah menyalurkan 21 tangki air bersih selama dua hari, yakni 5–6 September, ke sejumlah titik di Kota dan Kabupaten Sorong.

Saat itu, Robert menyampaikan bahwa penyaluran bantuan akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih menjadi prioritas distribusi.

Warga Hadapi Tambahan Biaya Air

Persoalan ketersediaan air bersih juga berdampak pada pengeluaran rumah tangga.

RRI dalam laporan pada 25 Agustus 2026 mengungkap pengalaman seorang warga Perumahan Victory, Kota Sorong, bernama Steven, yang harus membeli air tangki seharga sekitar Rp125 ribu setiap pembelian. Ia mengaku membeli air dua kali dalam sebulan karena keterbatasan pasokan selama musim kemarau.

Pengalaman tersebut menunjukkan bagaimana gangguan pasokan air dapat menambah beban pengeluaran keluarga, terutama bagi warga yang tidak memiliki sumber air alternatif.

Selain mengandalkan bantuan, sebagian masyarakat menggunakan sumur gali atau sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Distribusi Bantuan Belum Menyelesaikan Persoalan Pasokan

Bantuan air bersih dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak warga selama kekeringan. Namun, distribusi melalui mobil tangki belum menggantikan kebutuhan terhadap sistem penyediaan air yang berkelanjutan.

Ketersediaan jaringan distribusi, kondisi sumber air, dan pemerataan pelayanan menjadi faktor penting agar masyarakat tidak terus bergantung pada pembelian air maupun bantuan darurat.

Penyaluran 325 ribu liter air bersih melalui tim Robert Kardinal menjadi salah satu upaya membantu warga menghadapi keterbatasan pasokan. Sementara itu, pemenuhan kebutuhan air bersih secara berkelanjutan tetap memerlukan penanganan terhadap persoalan layanan dan infrastruktur air di Sorong Raya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *