
URBANNEWS.ID – Koordinator Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran (Alaska), Adri Zulpianto mengungkapkan ada tiga masalah di Pertamina yang saat ini menjadi sorotan masyarakat.
“Masalah perusahaan ini bisa dibilang apesnya Pertamina. Dimana apes ini disebabkan tiga hal. Pertama, tentang kerugian Pertamina pada semestar satu 2020 yang sampai US$ 767,92 juta atau sekitar Rp 11,33 triliun. Kedua, tidak ada hujan, tidak ada angin, tiba-tiba Pertamina terhempas dari Fortune Global 500. Ketiga, penunjukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang menduduki kursi Komisaris Utama Pertamina,” beber Adri.
Kemudian, kata Adri, apesnya Pertamina semakin mengenaskan, ketika pihak manajemen perusahaan berusaha untuk mencari-cari alasan mengapa Pertamina bisa merugi.
“Ada tiga alasan yang mereka kambing-hitamkan, yaitu penurunan penjualan, fluktuasi Rupiah terhadap Dolar AS, dan melemahnya harga minyak mentah dunia. Tetapi buat kami dari Alaska, alasan apapun yang diberikan Pertamina tidak bisa diterima begitu saja,” beber Adri.
“Karena dalam hitung-hitungan bisnis, Pertamina tidak mungkin rugi. Saat itu harga BBM internasional sedang anjlok turun tapi harga jual BBM kepada rakyat tetap tinggi atau tidak mengalami penurunan seperse pun,” lanjut Adri.
Dikatakan Adri, hal terakhir yang membuat Pertamina terlihat tambah kacau, adalah tentang pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Komut (Komisaris Utama) Pertamina.
“Dimana pengangkatan Ahok ini banyak melanggar peraturan yang dibuat oleh kementerian sendiri, seperti Permen BUMN No.01/2011 tentang Penerapan GCG, dan Permen BUMN No.02/MBU/02/2015 tentang Persyaratan Pengangkatan Komisaris BUMN, dan UU BUMN No.19/2003,” ungkap Adri.
Alaska menilai bahwa kerugian Pertamina itu jelas-jelas karena mismanajemen dalam internal Pertamina sendiri.
“Maka untuk itu, Alaska meminta kepada Presiden Jokowi dan Menteri BUMN Erick Thohir untuk segera memperbaiki manajemen Pertamina. Dan langkah pertama, yang harus dilakukan adalah untuk segera memecat Ahok dari jabatan Komisaris Utama Pertamina,” ungkap Adri.(hen)

