
URBANNEWS.ID – Sekretaris Dewan Energi Nasional, Djoko Siswanto bungkam ketika dikonfirmasi mengenai pernyataannya bahwa program B30 diproyeksikan menghemat devisi USD 8 miliar. Ia tidak memberikan keterangan apa pun sejak dikonfirmasi urbannews.id sejak 20 Desember 2020 hingga berita ini dilaporkan.
Djoko Siswanto tidak memberikan keterangan soal perhitungan angka penghematan devisa tersebut. Ia juga bungkam soal dari mana datangnya hitungan partisipasi petani di On farm 1.198.000 orang dan di Off Farm 9.000 orang.
Djoko juga tidak memberikan tanggapan apa pun ketika diutarakan bahwa dengan adanya PPN TBS petani kehilangan pendapatan 10%, dan BK (Bea Keluar) CPO yang juga menambah kerugian petani, sedangkan pengumpulan dana sawit oleh BPDPKS selama 5 tahun sudah sekitar Rp 120 triliun, 97% dari dana sawit habis untuk subsidi FAME, jadi apa partisipasi petani di on farm dalam mendukung biodiesel?
Djoko juga tidak memberikan jawaban soal setiap liter solar murni itu mendapat subsidi tetap Rp 2000 dari APBN sesuai Perpres 34 tahun 2018 yang merupakan perubahan Perpres 191 Tahun 2014, yakni awalnya subsidi tetap solar hanya Rp 500 perliter.
Mantan Dirjen Migas itu juga tidak menjawab ketika dipaparkan bahwa dengan mandatori B20 saja, solar dari kilang Pertamina berlebih untuk diserap pasar dalam negeri, apalagi dengan B30, sehingga tidak heran terungkap Pertamina menjual solar rugi ke Malaysia dari kilang Balikpapan, kenyataan ini akhirnya diakui oleh dirut PT KPI Ingnatius Telulembang didepan DPR komisi VI pada Oktober 2020, bahwa solar itu terpaksa dijual rugi, karena problem storage akibat kekurangan diserap pasar, meskipun kapasitas kilang sudah diturunkan 75% dari normalnya.
Djoko juga tidak memberikan tanggapan apa pun soal hampir 97% dana pungut sawit digunakan untuk subsidi FAME, maka petani tidak bisa replanting untuk naikan produksi dan biaya perawatan tanaman. Selanjutnya di Off farm, apa peran petani dalam biodisel? Karena yang produksi FAME bukan petani, tapi juragan sawit yang punya kilang, juga tidak dapat dijawab oleh Djoko.
Rusak Kredibilitas DEN
Menanggapi sikap Sekretaris Dewan Energi Nasional tersebut, Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman menyesalkan sikap tersebut.
“Menyedihkan kalau melihat pernyataan sekretaris dewan energi itu asal bunyi, ketika dia tidak bisa menjawab pertanyaan darimana muncul adanya angka penghematan USD 8 miliar terhadap program mandatori B30 yang sedang dijalankan oleh Pertamina,” ungkap Yusri.

