Kilang Pertamina Indonesia Terkesan Tutupi ‘Borok’ Proyek RDMP Dan GRR Tuban Senilai Rp 50 Triliun

oleh
CB9C0AF8 5810 4273 A30B 889832EEFFE5
Kilang Bontang Pertamina.

URBANNEWS.ID – Sejak CERI melakukan investigasi atas kasus tender kilang Olifin Tuban senilai Rp 50 triliun, jajaran Sub Holding PT Kilang Pertamina Indonesia ( PT KPI) cenderung bersikap tertutup dalam memberikan keterangan terkait proyek RDMP dan GRR.

Menurut Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman, saat itu salah satu Direktur Sub Holding PT Kilang Pertamina Indonesia pada 26 September 2020 telah memberikan arahan kepada CERI, bahwa kebijakan PT KPI untuk menjawab setiap pertanyaan dan konfirmasi terkait kinerja kilang melalui satu pintu, yaitu harap berhubungan langsung dengan Corporate Secretary (Corsec) yang dijabat oleh Ifki Sukarya.

   

“Sejak itu, kami setiap mengajukan pertanyaan dan konfirmasi sesuai arahan CEO PT KPI melalui Corsec, termasuk surat pertanyaan kami terbaru pada tanggal 20 Desember 2020 perihal tiga butir pertanyaan yang telah kami kirimkan pada hari Minggu pagi jam 08.19 WIB, dan direspon pada jam 13.47 WIB oleh Corsec dengan mengatakan, Siang Pak Yusri. Minta waktu dulu kordinasi. Kemudian kami sepakat paling lambat dijawab pertanyaan tersebut pada hari Senin siang tanggal 21 Desember 2020. Namun sampai hari Selasa malam, jangankan menjawab, untuk pesan whatsapp kami pun sudah tidak mau dibacanya, padahal pesan wa Senin sore itu untuk mengingatkan kembali janji yang telah diucapkan Corsec,” beber Yusri.

Mengingat UU nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, kata Yusri, ketiga pertanyaan yang diajukan oleh CERI bersifat sangat umum dan wajib serta sangat pantas untuk diketahui oleh publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *