Azis Syamsuddin: KKB Papua Bisa Dikategorikan Kelompok Terorisme

Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin.foto/ist

URBANNEWS.ID - Pernyataan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono beberapa waktu lalu yang mendefinisikan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sebagai organisasi terorisme internasional, mendapat sambutan dari Wakil Ketua DPR bidang Polhukam, Azis Syamsuddin.

Menurut Azis, jika merujuk Undang-Undang 5 Tahun 2018 tentang Tindak Pidana Terorisme, maka politisi Golkar ini menilai KKB Papua bisa dikategorikan sebagai kelompok terorisme.

“Mencermati definisi undang-undang tersebut, kelompok bersenjata di Papua sepertinya memenuhi beberapa kriteria yang dimaksud,” ujar Azis, dalam keterangan tertulis Selasa (21/1/2020).

Dalam UU baru tersebut, definisi terorisme ada pada Pasal 1 dan 2. Disebutkan, terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal, dan atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, Iingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.

Salah satu contoh peristiwa di Papua yang melahirkan suasana teror adalah pembantaian 31 orang pekerja infrastruktur pada tahun 2018 silam. Hal ini makin menguatkan sebagai perilaku terorisme jika tindakan tersebut memang benar-benar bermotif memisahkan diri dari NKRI, dengan kata lain bersifat ideologis dan bermotif politik.

Di sisi lain, kategori ini juga akan memudahkan aparat untuk menegakkan hukum di wilayah konflik tersebut.

“Karena statusnya akan definitif, dan payung hukumnya pun akan lebih kokoh daripada status kelompok kriminal biasa,” imbuhnya.

“Meredefinisikan KKB Papua menjadi kelompok teroris juga akan secara otomatis mengunci kemungkinan lahirnya dukungan masyarakat internasional atas gerakan mereka,” sambungnya.

Bukan tanpa alasan, dunia internasional secara gamblang sudah memberi sikap bahwa terorisme adalah musuh kemanusiaan. Status teroris bagi KKB juga bisa memudahkan pemerintah melacak akses jejaring internasional mereka, termasuk kemungkinan sumber aliran dana yang mereka dapat.

“Pemerintah dan masyarakat juga dapat membedakan secara definitif antara tuntutan objektif yang murni aspirasi masyarakat Papua dengan gerakan kriminal berkedok aspirasi politik masyarakat,” tutupnya.(hen/senayanpost.com)

Bagikan Jika Bermanfaat

Related Search

    No Response

    Comments are closed.