URBANNEWS.ID – Ketua Asita Riau, Dede Firmansyah menyatakan pihaknya paling menunggu realisasi janji Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau periode 2019-2024 di bidang pariwisata.
“Saya Harap Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau Terpilih, harus memprioritaskan sektor pariwisata. Karena dengan pariwisata ini pemerintah bisa membangun masyarakat dari hulu hingga hilir,” ungkap Dede kepada urbannews.id, Kamis (21/2/2019).

Menurutnya, jika ingin memprioritaskan pariwisata, Pemprov Riau mesti lah melibatkan seluruh sektor terkait. “Tentu dalam pembangunan pariwisata, pemerintah mesti melibatkan semua kedinasan yang ada di pemerintahan,” ujarnya.
Tak ingin muluk-muluk, Dede menyatakan pihaknya menunggu kebijakan Pemprov Riau untuk memprioritaskan sektor pariwisata.
“Kongkritnya, kalau saya dari Asita Riau, menyarankan Pemerintah Provinsi Riau, dalam hal ini Gubernur Riau harus memprioritaskan pariwisata dalam Pembangunan Provinsi Riau,” ujarnya.
Terkait soal ini, saat kampanye ke Kawasan Wisata Bono di Pelalawan, Syamsuar juga mengajak masyarakat untuk dapat menjadikan rumah tempat tinggalnya homestay untuk wisatawan yang datang. Harganya tentunya disesuaikan dengan fasilitas yang diberikan.
“Bukan homestay sembarang homestay, tapi homestay masyarakat ini hendaknya dapat melayani wisatawan seperti layaknya di hotel. Contohnya, kamar mandi dipersiapkan dengan layak, kamar yang disewakan cukup bersih dan kalau bisa mereka disajikan sarapan dan makan siang,” kata Syamsuar.
Masih dikatakan kepala daerah yang berpengalaman mengembangkan pariwisata di Kabupaten Siak ini masyarakat tempatan harusnya dapat memanfaatkan sumber daya alam laut untuk kuliner yang lezat di Bono ini.
“Ini akan meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Tentunya penyajian makanan harus bersih dan higienis, dan kualitas rasanya menyesuaikan bumbu masakan khas masyarakat Teluk Meranti ini,” ucap Syamsuar lagi.
Selain itu juga, masyarakat atau lembaga kesenian yang ada di sekitar Bono ini hendaknya bisa menampilkan kesenian tradisional melayu, maupun masyarakat Telukmeranti.
“Yang paling penting itu keramah tamahan masyarakat di sini terhadap wisatawan. Itu yang dilakukan masyarakat di Bali, makanya di Bali itu selain wisatawan senang dengan alamnya, wisatawan juga senang dengan masyarakatnya yang ramah. Itu yang harus kita contoh,” sebut Syamsuar lagi.
Di Siak, kata Syamsuar lagi, sejumlah objek pariwisata terus dibenahi oleh Dinas Pariwisata kabupaten Siak. Masyarakat sekitarnya diberikan pembinaan untuk menarik wisatawan kembali lagi ke Siak. Contohnya danau Naga sakti, sejumlah wahana permainan air disediakan untuk pengunjung agar tidak bosan menikmati pemandangan alam sekitarnya, selanjutnya pendopo-pendopo serta spot yang bagus untuk berfoto.(hen)
