CERI: Pertamina Bohongi Publik, Buktinya Tetap Tidak Mampu Penuhi Kebutuhan Masyarakat

oleh
409412 05080416122016 Yusri Usman
Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman

URBANNEWS.ID – Pernyataan Unit Manager Communication Relations and CSR Pertamina MOR III, Dewi Sri Utami yang mengakui permintaan Pertamina Dex sedang meningkat khususnya di wilayah Jakarta dan Tangerang Selatan, menuai reaksi. 

Dewi menyatakan hal itu menanggapi kelangkaan bahan bakar solar non subsidi yang terjadi belakangan ini.

“Permintaan sedang meningkat, karena masyarakat mulai sadar menggunakan bahan bakar berkualitas untuk kendaraan bermesin diesel,” kata Dewi seperti dilansir Tribunnews.com, Kamis (12/12/2019).

Baca Juga  KPCDI Sambut Baik Rekomendasi PAPDI untuk Pasien Penyakit Ginjal Menjalani Vaksinasi Covid 19

Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman, kepada urbannews.id, Sabtu (14/12/2019) menduga Pertamina telah melakukan pembohongan publik dari pernyataan Dewi tersebut.

   

“Terkesan pejabat Pertamina telah melakukan kebohongan publik atas telah terjadi kelangkaan Dexlite dan Pertamina Dex di sejumlah SPBU Jakarta dan Tangsel pada pekan ini, sederhana saja alasannya karena permintaan sedang tinggi, artinya manajemen Pertamina tidak mampu mengelola antara suplai dan kebutuhan BBM di pasar,” kata Yusri.

Baca Juga  Borini dan Suso Sukses Hantar Milan ke Jalur Liga Champions Eropa

Padahal, lanjut Yusri, Direktorat Pemasaran dan Niaga dalam struktur organisasinya pada Febuari 2018 sudah dirubah nomenklaturnya oleh Menteri BUMN dan RUPS Pertamina menjadi tiga Direktorat, yang tujuannya untuk semakin meningkatkan pelayanan kepada konsumen, Direktorat Pemasaran Korporat di bawah Basuki Trikora Putra, Direktorat Pemasaran retail dibawah Mas’ud Kamid dan Direktorat Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur dibawah Gandhi Sriwidodo.

“Tetapi anehnya sejak organisasinya semakin gemuk, tetapi faktanya pelayanannya semakin buruk,” ungkap Yusri.

Baca Juga  Terimakasih HCML, Sudah Peduli pada Nelayan Desa Pulau Mandangin

Yusri mengatakan, hal tersebut berarti telah terjadi pemborosan yang luar biasa bagi Pertamina dari perubahan struktur organisasi yang terbukti berbanding terbalik dengan kinerja. “Faktanya mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat,” ungkap Yusri.

Sehingga, kata Yusri, fakta-fakta tersebut supaya menjadi atensi bagi Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengevaluasi kinerja direksi Pertamina saat ini.(hen)